DPR DORONG EKSPANSI DAN TKDN WULING LEBIH TINGGI

Ekonomi, Fokus, Nasional984 Dilihat

Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim mengapresiasi kinerja positif PT SGMW Motor Indonesia (Wuling) yang terus menunjukkan pertumbuhan penjualan dari tahun ke tahun. Menurutnya, meskipun Wuling masih menempati posisi empat besar dalam pangsa pasar kendaraan listrik (EV) di Indonesia, tren pertumbuhan perusahaan menunjukkan prospek cerah yang layak diperjuangkan dan didorong lebih lanjut.

Dalam kunjungannya ke pabrik Wuling di Cikarang, Bekasi, Jumat (4/7/2025), Chusnunia yang akrab disapa Nunik menyoroti tantangan berat yang dihadapi perusahaan dalam memperbesar market share. Namun demikian, ia mencatat bahwa pertumbuhan penjualan tahunan yang konsisten menjadi indikator positif bagi industri otomotif nasional, khususnya dalam menghadapi persaingan di pasar ASEAN.

Selain kinerja penjualan, Nunik juga memberikan apresiasi terhadap nilai investasi yang telah digelontorkan Wuling di Indonesia, yang mencapai sekitar 100 juta dolar AS. Nilai ini dinilainya cukup besar dan menjadi bukti bahwa Indonesia masih dianggap sebagai negara yang layak dan aman untuk investasi industri otomotif global.

Politisi Fraksi PKB itu juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap tingkat penggunaan komponen dalam negeri (TKDN). Ia menyebut Wuling telah memenuhi standar minimal 40 persen TKDN, namun menegaskan angka tersebut tidak boleh stagnan. Target peningkatan TKDN harus menjadi agenda penting ke depan.

Menurutnya, ekspor kendaraan Wuling ke sejumlah negara seperti Thailand dan Nepal menunjukkan potensi besar yang masih dapat dikembangkan. Saat ini kapasitas produksi di pabrik Cikarang baru berjalan sekitar 20–30 persen dari total kapasitas yang tersedia. Karena itu, Nunik mendorong agar ekspansi pasar dilakukan secara lebih masif untuk meningkatkan utilisasi industri dan dampaknya bagi ekonomi nasional.

Terkait insentif industri, Nunik menegaskan bahwa dukungan dari pemerintah akan diberikan sepanjang perusahaan memenuhi seluruh peraturan dan standar yang berlaku. Komisi VII DPR RI, kata dia, siap mendorong agar Wuling mendapatkan insentif yang sesuai, namun diimbangi dengan peningkatan komitmen terhadap penggunaan komponen lokal.

“Kalau tahun ini TKDN-nya sudah 40 persen, tahun depan jangan stagnan. Harus lebih tinggi. Itu bagian dari komitmen industri untuk tumbuh bersama Indonesia,” ujarnya.

Ia menutup dengan harapan agar industri otomotif dalam negeri, termasuk Wuling, tidak hanya menjadi pemain regional, tetapi juga mampu menjadi pelopor transisi energi dan simbol kemandirian industri nasional.