Setelah 10 Tahun Lebih Diperjuangkan Gas Natuna Kini Mengalir ke Tanah Air

Ekonomi, Fokus, Nasional33 Dilihat

Jakarta – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu minyak dan gas bumi nasional. Untuk pertama kalinya sejak Indonesia merdeka gas alam yang dihasilkan dari ladang Laut Natuna yang selama puluhan tahun hampir seluruhnya mengalir ke Singapura kini mulai dialirkan langsung ke dalam negeri. Kabar bersejarah ini disampaikan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto melalui pesan tertulis yang diterima sejumlah media, Selasa (27/10/2026).

“Alhamdulillah untuk pertama kalinya sejak Indonesia Merdeka gas alam dari Laut Natuna yang selama ini 100% mengalir ke Singapura tadi pagi dini hari akhirnya mengalir kepangkuan Ibu Pertiwi Jaya Indonesiaku Merdeka!!” tulis Djoko penuh rasa syukur.

Realisasi pengaliran gas ke dalam negeri ini terwujud lewat infrastruktur pipa West Natuna Transportation System (WNTS) menuju Pulau Pemping yang kemudian diteruskan ke Batam. Berdasarkan laporan yang diterima awak media aliran gas tersebut mulai mengucur sejak pukul 00.25 WIB dan ditingkatkan secara bertahap hingga mencapai Tanjung Uncang pada pukul 01.01 WIB dengan kapasitas awal sekitar 15 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD) guna mendukung kebutuhan pembangkit listrik PLN Batam.

Djoko mengungkap perjalanan panjang di balik capaian ini tidaklah mudah. Menurutnya selama lebih dari satu dekade berbagai pihak kerap menghambat upaya mengalihkan pemanfaatan gas yang sejatinya menjadi hak Indonesia tersebut agar bisa dinikmati oleh rakyat sendiri. Ia secara khusus memberi apresiasi kepada kepemimpinan Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang dinilainya berperan besar mengurai berbagai kendala yang menghambat proses tersebut selama ini.

Meski demikian Djoko hingga kini belum merinci secara pasti berapa besaran total volume gas Natuna yang kini dialihkan sepenuhnya ke pasar domestik. Berdasarkan penjelasan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya total ekspor gas RI ke Singapura melalui jaringan pipa sejatinya mencapai 409,5 MMSCFD sementara volume yang dipangkas hanya sekitar 31 MMSCFD, terdiri dari alokasi Natuna sebesar 15 MMSCFD dan pengurangan pasokan dari Sumatra sebesar 16 MMSCFD yang sebelumnya disalurkan lewat Pipa Transgasindo untuk kebutuhan listrik di Batam, Bintan, dan Sumatra.

Perlu dicatat pula bahwa langkah pengalihan sebagian pasokan domestik ini berjalan beriringan dengan komitmen ekspor jangka panjang lain di sektor gas. Pada waktu yang hampir bersamaan Menteri ESDM turut menandatangani persetujuan ekspor gas dari Kilang LNG Masela kepada BP Singapura dan Shell Singapura sehingga kebijakan ini pada dasarnya lebih mencerminkan upaya penyeimbangan ulang alokasi gas nasional ketimbang penghentian total hubungan dagang energi dengan Singapura. SKK Migas memastikan akan terus memantau perkembangan penyaluran gas tersebut secara harian guna menjaga keandalan pasokan bagi kebutuhan kelistrikan dalam negeri ke depan.

#GasNatuna #SKKMigas #DjokoSiswanto #KetahananEnergi #WNTSPemping #PLNBatam #BahlilLahadalia #EksporGasSingapura #EnergiIndonesia #KedaulatanEnergi