Gempa M4.3 Guncang Gayo Lues Terasa hingga Takengon

Gayo Lues – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,3 mengguncang Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Jumat (30/10/2026) dini hari. Getarannya terasa hingga Takengon, ibu kota Kabupaten Aceh Tengah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pukul 01.58.30 WIB. Pusatnya berada di darat pada kedalaman lima kilometer, sehingga tergolong dangkal. Episenter berada di koordinat 4,18 Lintang Utara dan 97,55 Bujur Timur, sekitar 31 kilometer timur laut Kabupaten Gayo Lues.

BMKG menyampaikan kabar itu lewat akun resminya di platform X. Lembaga tersebut mencatat guncangan terasa dengan intensitas III Skala Modified Mercalli Intensity (MMI) di Takengon. Skala itu berarti getaran dirasakan nyata oleh beberapa orang di dalam rumah dan benda ringan yang tergantung ikut bergoyang. “Dirasakan (MMI) III Takengon,” tulis BMKG dalam keterangannya.

Hingga pagi hari, wilayah itu diguncang gempa susulan beruntun. BMKG mencatat kekuatannya berkisar antara magnitudo 2,5 dan 2,9. Gempa susulan berskala kecil seperti itu lazim terjadi setelah gempa utama di zona sesar aktif.

Sejauh ini, laporan awal media belum menyebut kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Satu media daring melaporkan gempa sempat memicu kepanikan warga di sekitar lokasi. Kabar itu belum dikonfirmasi pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana setempat.

Gayo Lues bukan kali pertama diguncang gempa dalam beberapa bulan terakhir. Pada 22 Juli 2026, gempa magnitudo 5,5 mengguncang wilayah yang sama pada kedalaman 9 kilometer. BMKG menyebut peristiwa itu dipicu aktivitas Sesar Oreng dan tidak berpotensi tsunami. Guncangan terkuat saat itu mencapai intensitas V MMI di Gayo Lues.

Pada hari yang sama, gempa magnitudo 4,3 juga tercatat di kabupaten ini, dengan pusat 26 kilometer timur laut Gayo Lues pada kedalaman empat kilometer. Selain itu, BMKG sebelumnya mendeteksi sejumlah gempa kecil di kawasan tersebut sepanjang tahun ini, antara lain magnitudo 4,0 pada 12 Juli dan magnitudo 4,4 pada 27 Mei.

Aktivitas yang berulang ini sejalan dengan posisi geologis Gayo Lues. Menurut laporan Antara pada Agustus 2026, kabupaten itu berada di lintasan Sesar Sumatra segmen Tripa yang aktif. BMKG menyebut segmen tersebut berpotensi memicu gempa hingga magnitudo 7,4. Antara juga melaporkan peralatan pemantau gempa BMKG di Shelter Site BGASI, Desa Gantung Geluni, Gayo Lues, dicuri dan dirusak. Pencurian itu disebut mengancam keselamatan warga karena kemampuan pemantauan terganggu.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas sumbernya dan mengikuti pembaruan resmi lewat kanal BMKG serta pemerintah daerah.

#GempaGayoLues #GempaAceh #BMKG #GempaTerkini #Takengon #AcehTengah #GempaBumi #Mitigasibencana #BeritaTerkini #WaspadaGempa