SOLO — Presiden ke-7 RI Joko Widodo kini menunjukkan sikap berbeda terkait kemungkinan duet Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali berpasangan di Pemilihan Presiden 2029. Pergeseran nada ini mencuat setelah sebelumnya Jokowi berulang kali menegaskan dukungan tegas bagi keduanya untuk memimpin dua periode penuh.
Sikap terbaru Jokowi terungkap saat ditemui wartawan di kediamannya, Solo, Jawa Tengah, Kamis, 8 Oktober 2026. Saat ditanya soal peluang Prabowo-Gibran kembali berpasangan di Pilpres 2029, ia hanya menjawab singkat bahwa kontestasi tersebut masih jauh dan semua pihak perlu fokus bekerja terlebih dahulu, baik di ranah politik maupun pemerintahan.
Jawaban ini kontras dengan sikapnya yang jauh lebih tegas pada 30 Januari 2026, ketika ia secara terbuka menyatakan dukungan penuh bagi duet Prabowo-Gibran untuk dua periode. Sikap serupa juga pernah ditegaskannya pada September 2025, saat ia mengaku telah memberi arahan langsung kepada seluruh jaringan relawan, termasuk kelompok Barisan Rakyat Jokowi Presiden atau Bara JP, agar mengawal dan mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga periode kedua.
Perubahan nada ini muncul tak lama usai putusan Mahkamah Konstitusi terkait sengketa syarat pendidikan Gibran, yang meski tidak mengabulkan diskualifikasi, menyatakan tidak ditemukan bukti dokumen kelulusan setara SMA milik Wakil Presiden tersebut. Menanggapi putusan itu, Jokowi hanya menegaskan pentingnya seluruh pihak menghormati konstitusi yang berlaku, sembari mengingatkan bahwa setiap negara memiliki sistem pendidikan yang berbeda-beda.
Direktur Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai peluang duet Prabowo-Gibran kembali berlanjut di 2029 kini semakin tertutup, terlebih setelah putusan MK tersebut membuat partai-partai koalisi pemerintah enggan melanjutkan skema pasangan ini. Pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga menduga Jokowi tengah bersikap lebih realistis, dengan kemungkinan lebih memprioritaskan mempertahankan posisi Gibran sebagai Wakil Presiden saat ini, ketimbang memastikan kelanjutan pencalonannya di periode mendatang.
Perubahan sikap ini turut memicu kritik dari kubu oposisi. Juru Bicara PDI Perjuangan, Mohamad Guntur Romli, menyindir ketidakkonsistenan pernyataan Jokowi, sembari mempertanyakan apakah pergeseran sikap tersebut mencerminkan kekecewaan terhadap Presiden Prabowo. Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menegaskan partainya tetap berkomitmen mendukung Prabowo melanjutkan kepemimpinan di 2029, meski belum memastikan sosok pendamping yang akan diusung.
#JokoWidodo #PrabowoSubianto #GibranRakabumingRaka #Pilpres2029 #AdiPrayitno #PartaiGolkar #PDIPerjuangan #MahkamahKonstitusi #BaraJP #BeritaPolitik






