JAKARTA — Lembaga survei Parameter Politik Indonesia (PPI) merilis peta terbaru kekuatan politik nasional lewat survei bertajuk “Evaluasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran”, Minggu, 18 Oktober 2026. Hasilnya menegaskan Presiden Prabowo Subianto masih kokoh memuncaki bursa elektabilitas calon presiden untuk Pilpres 2029, sementara Anies Baswedan konsisten membayangi di posisi kedua dalam berbagai skenario simulasi.
Direktur Eksekutif PPI, Adi Prayitno, memaparkan hasil survei ini secara daring, menggunakan tiga skema simulasi berbeda. Dalam simulasi terbuka, di mana responden menjawab spontan tanpa daftar nama, Prabowo meraih 31,6 persen, disusul Dedi Mulyadi 11,4 persen dan Anies Baswedan 10,1 persen. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru tertinggal di posisi keenam dengan 6,9 persen, kalah dari Ganjar Pranowo yang meraih 4,4 persen, sementara Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengantongi 2,3 persen.
Pada simulasi kedua yang menampilkan 17 nama ketua umum partai dan tokoh potensial, Prabowo tetap unggul telak dengan 34 persen, diikuti Anies 19,4 persen. Menariknya, di simulasi ini AHY justru melampaui Gibran, masing-masing meraih 11,1 persen berbanding 10,9 persen, disusul Muhaimin Iskandar 3 persen.
Sementara dalam simulasi lima nama yang mewakili poros kekuatan politik utama, yakni Prabowo, Anies, AHY, Gibran, dan Pramono Anung, Prabowo kembali memimpin dengan 40,5 persen, diikuti Anies 17,7 persen, AHY 14 persen, Gibran 12,2 persen, dan Pramono 3,9 persen. Adapun pada simulasi tiga nama yang merepresentasikan poros petahana, oposisi, dan PDI Perjuangan, dominasi Prabowo kian tak terbendung dengan 41,5 persen, disusul Anies 21,8 persen dan Pramono Anung 6,7 persen.
Adi menjelaskan bahwa posisi Gibran sengaja dimasukkan dalam sejumlah simulasi dengan asumsi diusung Partai Solidaritas Indonesia pada 2029, sementara Pramono Anung mewakili representasi PDI Perjuangan, sesuai dasar putusan Mahkamah Konstitusi yang telah menghapus ketentuan ambang batas presidential threshold.
Survei ini melibatkan 1.200 responden tersebar di 38 provinsi, dikumpulkan lewat wawancara tatap muka pada 26 September hingga 6 Oktober 2026, menggunakan metode multistage random sampling dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin kesalahan 2,83 persen. Selain elektabilitas capres, survei yang sama turut mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran berada pada angka 65,4 persen.
#SurveiPPI #ElektabilitasCapres #PrabowoSubianto #AniesBaswedan #AHY #GibranRakabumingRaka #Pilpres2029 #AdiPrayitno #EvaluasiDuaTahun #BeritaPolitik






