Sebelas Gerai Koperasi Desa di Bantul Siap Jadi Contoh Nasional

Fokus, Nasional67 Dilihat

Bantul – Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memastikan percepatan penyelesaian sarana dan prasarana Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayahnya menjelang target operasional awal bulan depan. Wakil Bupati Bantul Aris Suharyanta mengungkap bahwa sebanyak 12 bangunan KDMP kini ditargetkan rampung dan siap dimanfaatkan masyarakat mulai 1 November 2026, bertambah satu unit dari capaian sebelumnya yang baru mencatatkan 11 bangunan siap operasi.

“Kami ingin agar operasionalnya dipercepat. Beberapa minggu yang lalu KDMP yang siap di Bantul ini ada 11. Kemudian ada informasi masuk satu KDMP sudah siap juga berarti sudah 12” ungkap Aris, Selasa (27/10/2026). Ia menegaskan jajaran pemerintah daerah terus mengebut penuntasan pembangunan fisik sekaligus pelengkapan fasilitas pendukung agar bangunan koperasi tersebut benar-benar siap digunakan oleh warga di masing-masing kalurahan.

Lebih jauh Aris berharap keberadaan KDMP tidak sekadar berfungsi sebagai gerai penjualan kebutuhan pokok semata melainkan juga membuka ruang pemasaran bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tingkat lokal. Produk hasil karya warga nantinya dapat dititipkan untuk dipasarkan melalui gerai koperasi tersebut. Ia juga mengingatkan agar jenis barang yang dijual di setiap KDMP disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat di masing-masing kalurahan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan langsung oleh warga setempat bukan sekadar seremoni pembukaan gerai semata.

Salah satu koperasi yang sejak awal ditunjuk sebagai percontohan nasional adalah KDMP Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, yang resmi beroperasi bersamaan dengan peluncuran serentak kelembagaan Kopdes Merah Putih se-Indonesia oleh Presiden Prabowo Subianto secara daring pada 21 Juli 2025. Koperasi ini dilengkapi lima hingga enam gerai unggulan mulai dari gerai sembako, elpiji bersubsidi tabung tiga kilogram, pupuk, apotek dan klinik desa, pengiriman paket atau logistik, hingga unit simpan pinjam. Ketua KDMP Bangunharjo Yeri Widarnanto mengungkap bahwa gerai elpiji di kopdesnya mendapat dukungan penuh dari PT Pertamina lewat skema pinjam barang yang kemudian dijual sesuai ketentuan berlaku.

Selain Bangunharjo, KDMP Kalurahan Srimulyo di Kapanewon Piyungan turut berstatus percontohan nasional dengan tujuh jenis layanan usaha meliputi gerai sembako, apotek desa, klinik desa, unit simpan pinjam, gudang, sarana transportasi, dan kantor koperasi. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih sebelumnya memastikan seluruh 75 kalurahan di wilayahnya telah mendirikan koperasi desa dan berstatus badan hukum penuh sehingga total terdapat 75 KDMP yang kini tengah dikembangkan bertahap lewat peta jalan atau roadmap khusus yang disusun pemerintah daerah bersama berbagai instansi terkait termasuk unsur TNI dalam proses pembangunan fisiknya.

Dari sisi pembiayaan Pemkab Bantul tercatat telah mengalokasikan anggaran pendukung KDMP secara bertahap sejak 2025 dengan nilai sekitar Rp300 juta pada awal 2026. Program nasional Koperasi Merah Putih sendiri menargetkan pembentukan 80 ribu koperasi desa di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan ekstrem, membuka lapangan kerja di pedesaan, menekan harga barang pokok, sekaligus memperkuat jaringan distribusi ekonomi berbasis desa secara nasional.

#KoperasiMerahPutih #KDMPBantul #KopdesIndonesia #ArisSuharyanta #EkonomiDesa #UMKMLokal #SwasembadaEkonomi #DIYBantul #KoperasiDesa #PerekonomianRakyat