LONDON — Pemerintah Inggris meluncurkan kampanye kesiapsiagaan nasional bertajuk “Be Ready” pada Kamis, 22 Oktober 2026, mengajak seluruh warga menyiapkan kebutuhan darurat di rumah masing-masing di tengah meningkatnya kekhawatiran ancaman keamanan di kawasan Eropa.
Menteri Pertahanan Inggris Wes Streeting menjadi sosok utama di balik seruan ini. Lewat tulisannya di harian The Telegraph, Sabtu, 24 Oktober 2026, ia memperingatkan bahwa negara-negara yang dianggap bermusuhan dengan Inggris tengah memperkuat kekuatan militer dan ekonomi perangnya, sehingga berpotensi mampu melancarkan serangan terhadap Inggris pada 2030. Ia menegaskan bahwa yang berubah bukan niat pihak lawan untuk mencelakai Inggris, melainkan kemampuan mereka yang kian meningkat.
Streeting menyebut Inggris kini memiliki waktu sedikit lebih dari 1.000 hari untuk menuntaskan misi kesiapan bersama sekutu, agar mampu bertempur dan memenangkan peperangan apabila skenario terburuk benar-benar terjadi. Ia turut menyinggung ancaman “terorisme yang disponsori negara” dari Rusia sebagai salah satu pertimbangan di balik langkah ini.
Melalui kampanye yang dirancang berjalan selama tiga tahun ini, pemerintah menyarankan setiap rumah tangga memiliki persediaan dasar yang cukup untuk bertahan 72 jam atau tiga hari, mengantisipasi gangguan layanan penting seperti pemadaman listrik, serangan siber, gangguan jaringan perbankan, maupun bencana alam. Rekomendasi persediaan mencakup air minum kemasan sekitar tiga liter per orang per hari, makanan kaleng dan tahan lama, makanan bayi dan hewan peliharaan, obat-obatan resep, senter bertenaga baterai, radio, power bank, cairan pembersih tangan, tisu basah, serta uang tunai dalam jumlah memadai.
Pemerintah Inggris menegaskan bahwa imbauan ini bukan peringatan bahwa perang akan segera pecah, melainkan langkah antisipasi menyeluruh yang juga relevan menghadapi banjir, pemadaman listrik, maupun kerusakan pipa air. Perdana Menteri Inggris Andy Burnham turut menegaskan pentingnya pendekatan menyeluruh yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya pemerintah dan aparat keamanan.
Dampak kampanye ini langsung terasa di pasar ritel. Sejumlah peritel melaporkan lonjakan tajam penjualan senter, radio, dan power bank hanya dalam hitungan jam setelah kampanye diumumkan. Data yang diperoleh lewat mekanisme kebebasan informasi turut mengungkap sekitar 340 insiden terkait aktivitas drone di sekitar fasilitas Kementerian Pertahanan Inggris sepanjang setahun hingga Agustus 2026, menambah konteks kekhawatiran keamanan yang mendasari seruan kesiapsiagaan nasional ini.
#InggrisBersiapPerang #WesStreeting #KampanyeBeReady #AndyBurnham #KeamananEropa #KetegangganRusia #KesiapsiagaanDarurat #AncamanKeamanan #PertahananInggris #BeritaInternasional






