800 GUDANG KOPERASI DESA SERENTAK DIBANGUN

Ekonomi, Fokus, Nasional132 Dilihat

 

Pemerintah resmi memulai pembangunan 800 unit gudang dan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) secara serentak di seluruh Indonesia. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam fase operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP)—sebuah inisiatif besar yang diklaim bakal mengubah wajah ekonomi desa.

Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono di Wanaya, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jumat (17/10/2025). “Peletakan batu pertama ini menandai dimulainya tahap operasional pembentukan KDMP sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025 dan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2025,” ujar Ferry.

Tonggak Kemandirian Ekonomi dari Desa

Ferry menjelaskan, Kementerian Koperasi bersama 18 kementerian/lembaga telah merampungkan seluruh regulasi teknis, termasuk Peraturan Menteri Keuangan (PMK) yang menjadi dasar operasional koperasi desa. Ia memastikan KDMP siap beroperasi penuh mulai Oktober 2025.

Menurutnya, koperasi ini adalah bentuk nyata pelaksanaan ekonomi gotong royong sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945. KDMP diharapkan mampu menjadi solusi konkret untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok, memperkuat posisi tawar produk lokal, dan memperpendek rantai distribusi dari desa ke pasar nasional.

“Ini bukan hanya proyek pembangunan fisik,” tegas Ferry. “Ini adalah pembangunan ekosistem ekonomi baru yang berbasis solidaritas, kemandirian, dan gotong royong.”

TNI Ikut Bangun, Bukan Perang Tapi Ekonomi

Pembangunan gudang dan gerai KDMP juga melibatkan TNI dalam proses konstruksinya. Pemerintah menyebut peran TNI sebagai bagian dari operasi militer non-perang yang bersifat strategis—bukan dengan senjata, tapi dengan semen dan cangkul.

“Sinergi ini memperlihatkan kekuatan kolaborasi antar-sektor. TNI membantu memastikan proyek berjalan cepat, merata, dan tepat sasaran,” ujar Ferry.

Melalui dukungan logistik dan teknis dari TNI, pemerintah menargetkan pembangunan ribuan gudang dan gerai koperasi desa secara bertahap di seluruh wilayah Indonesia.

Pusat Ekonomi Desa

KDMP akan berfungsi sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok sekaligus offtaker hasil pertanian, perikanan, perkebunan, dan produk UMKM. Dengan model itu, petani dan pelaku usaha desa tak lagi tergantung pada tengkulak atau rantai distribusi panjang yang menekan harga jual.

“KDMP akan menjadi tulang punggung ekonomi lokal. Dari desa kita bangun kekuatan ekonomi nasional,” tutur Ferry.

Langkah ini, menurutnya, adalah awal dari revolusi ekonomi gotong royong—gerakan yang menempatkan desa sebagai jantung produksi dan distribusi pangan, serta simbol kemandirian ekonomi Indonesia.

#KoperasiDesaMerahPutih #FerryJuliantono #EkonomiGotongRoyong #KementerianKoperasi #TNI #EkonomiDesa #PembangunanNasional #BreakingNews #BeritaTerkini #IndonesiaMaju