DONOR HATI SUKSES, MENKES PUJI KEBERANIAN TIM RS FATMAWATI

Fokus, Kesehatan, Nasional252 Dilihat

 

Di tengah keterbatasan layanan transplantasi di Indonesia, kisah haru terjadi di RS Fatmawati, Jakarta. Seorang anak bernama Pertiwi mendonorkan sebagian hatinya untuk sang ayah yang menderita sirosis kronis akibat Hepatitis B. Operasi berlangsung sukses dan menjadi tonggak baru dunia medis nasional.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin yang menyaksikan langsung prosesnya, menyebut keberhasilan ini sebagai lompatan besar bagi layanan kesehatan Indonesia.

“Kasus gagal hati di Indonesia masih banyak, tetapi layanan transplantasinya belum siap. Karena itu saya minta RS Fatmawati berani melakukan transplantasi,” ujar Budi dalam keterangan yang dikutip InfoPublik, Jumat (10/10/2025).

Budi menambahkan, tingkat keberhasilan transplantasi hati di Indonesia masih tertinggal jauh dari negara lain.

“Tingkat kematian transplantasi hati di Indonesia masih 60 persen. Dari 10 pasien, enam meninggal. Sementara di Korea, dari 10 pasien, sembilan selamat,” ungkapnya.

Karena itu, ia meminta tim medis RS Fatmawati belajar langsung ke luar negeri. “Dan hari ini, mereka berhasil membuktikannya,” ujarnya bangga.

Keajaiban Organ yang Tumbuh Kembali

Hati adalah satu-satunya organ manusia yang dapat tumbuh kembali setelah sebagian dipotong. Dalam kasus ini, 70 persen hati Pertiwi diambil untuk dicangkokkan kepada sang ayah. Dalam waktu 5–6 bulan, hati Pertiwi akan tumbuh kembali hingga mencapai ukuran normal.

“Pertama saya takut dan ragu apakah hati saya akan tumbuh lagi. Tapi setelah dijelaskan dokter bahwa hati bisa sembuh dan tumbuh kembali, saya mau mendonorkan hati saya untuk Bapak,” tutur Pertiwi dengan mata berkaca-kaca.

“Setelah transplantasi ini saya sehat, Bapak juga sehat, dan saya sudah beraktivitas seperti biasa.”

Perjuangan Tim Medis dan Kolaborasi Internasional

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RS Fatmawati, dr. Nikko Darnindro, SpPD, menjelaskan bahwa pasien berusia 58 tahun itu mengalami sirosis berat akibat infeksi Hepatitis B kronis.

“Selama satu tahun terakhir, pasien berulang kali dirawat karena komplikasi serius seperti perdarahan saluran cerna dan penurunan kesadaran. Transplantasi hati menjadi satu-satunya pilihan yang bisa menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Prosedur Living Donor Liver Transplantation (LDLT) dilakukan pada 23 September 2025 oleh Tim Transplantasi Hati RS Fatmawati bekerja sama dengan Seoul National University Hospital (SNUH) yang dipimpin Prof. Kwang Woong Lee.

“Operasi berlangsung lancar. Pascaoperasi, kondisi pasien menunjukkan perbaikan klinis dan laboratorium yang signifikan,” jelas dr. Nikko.

Kini, pasien dalam kondisi stabil, kesadaran penuh, dan fungsi hati menunjukkan pemulihan yang baik. Ia telah mendapat edukasi untuk perawatan lanjutan di rumah.

Momentum Kebangkitan Layanan Transplantasi Indonesia

Keberhasilan operasi ini bukan hanya menyelamatkan satu nyawa, tetapi juga menjadi simbol kebangkitan kemampuan medis nasional. Menkes Budi berharap RS Fatmawati dapat menjadi pusat rujukan dan berbagi pengalaman dengan rumah sakit lain di seluruh Indonesia.

“Saya ingin transplantasi hati bukan lagi dianggap mustahil di negeri ini. RS Fatmawati telah membuktikan bahwa kita bisa,” tegas Budi.

Seluruh pembiayaan operasi ditanggung oleh BPJS Kesehatan, memastikan pasien dan keluarga tidak terbebani biaya tinggi.
Ke depan, Kemenkes akan memperluas layanan transplantasi organ di berbagai rumah sakit pendidikan dan rujukan nasional agar semakin banyak pasien yang tertolong.

Harapan Baru dari Ruang Operasi

Keberhasilan transplantasi hati ini bukan hanya tentang ilmu kedokteran, tetapi juga tentang cinta seorang anak yang menyelamatkan hidup ayahnya.
Hati yang dibagi, tumbuh kembali — tidak hanya secara biologis, tetapi juga simbol kasih dan harapan.

“Kasih seorang anak bisa menyelamatkan dunia. Dalam tubuh manusia, ternyata Tuhan menyelipkan keajaiban: hati yang bisa tumbuh kembali, seperti cinta yang tak pernah habis,” ujar Menkes Budi, menutup pernyataannya.

#TransplantasiHati #RSPusatFatmawati #MenkesBudiGunadiSadikin #Pertiwi #BPJSKesehatan #KemenkesRI #HatiManusia #KisahInspiratif #KesehatanNasional #HatiTumbuhKembali