KONI PUSAT DESAK EVALUASI TOTAL OLAHRAGA SULTRA, ADA APA?

Fokus, Olahraga69 Dilihat

 

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen (Purn) Marciano Norman, menegaskan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola olahraga di Sulawesi Tenggara (Sultra). Peringatan keras itu disampaikan saat melantik Andi Ady Aksar sebagai Ketua Umum KONI Provinsi Sultra periode 2025–2029, di Kendari, Rabu (9/10/2025).

Marciano menyentil tajam soal merosotnya prestasi kontingen Sultra pada Pekan Olahraga Nasional (PON). Dari peringkat ke-20 di PON XX/2021 Papua, Sultra terjun bebas ke posisi 34 dari 38 provinsi pada PON XXI/2024 Aceh–Sumut.

“Ini penurunan yang sangat drastis. Harus jadi perhatian serius seluruh jajaran KONI Sultra,” tegas Marciano, sebagaimana dikutip dari siaran pers yang diterima InfoPublik.

Ia menilai grafik naik-turun prestasi Sultra menunjukkan adanya masalah sistemik dalam tata kelola dan pembinaan olahraga daerah. Karena itu, momentum pelantikan pengurus baru harus menjadi titik balik untuk memperbaiki manajemen, memperkuat pembinaan atlet, dan membangun sinergi nyata dengan pemerintah daerah.

“Saya berharap Ketua KONI Sultra melakukan evaluasi total di seluruh aspek. Dengan dukungan Gubernur yang luar biasa terhadap olahraga, tidak ada alasan Sultra tidak bisa kembali membanggakan,” ujarnya.

Potensi Besar, Manajemen Lemah

Data KONI Pusat menunjukkan tren fluktuatif prestasi kontingen Sultra dalam empat edisi terakhir PON:

* PON XVIII/2012 Riau: Peringkat 27 (3 emas, 0 perak, 2 perunggu)
* PON XIX/2016 Jawa Barat: Peringkat 24 (6 emas, 4 perak, 4 perunggu)
* PON XX/2021 Papua: Peringkat 20 (5 emas, 5 perak, 5 perunggu)
* PON XXI/2024 Aceh–Sumut: Peringkat 34 (1 emas, 5 perak, 8 perunggu)

Marciano menyebut potensi olahraga Sultra sesungguhnya sangat besar, tapi belum dikelola dengan serius dan berkesinambungan. Ia menyinggung nama Apriyani Rahayu, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020, sebagai simbol inspiratif yang lahir dari pembinaan daerah.

“Sulawesi Tenggara ini daerah dengan potensi luar biasa. Dari sini lahir Apriyani Rahayu dan atlet-atlet dayung tangguh. Tinggal bagaimana kita kelola dan bina secara fokus,” ujarnya.

Fokus pada Cabang Unggulan

Marciano juga meminta KONI Sultra memprioritaskan cabang olahraga unggulan yang berpotensi menyumbang medali dan memperkuat kontribusi atlet daerah di tingkat nasional.

“Fokus saja pada cabang olahraga unggulan. Dayung, sepak takraw, dan esports bisa jadi andalan. Insya Allah, kontribusi Sultra pada tim nasional akan lebih banyak dan membanggakan,” katanya.

Ia menekankan pentingnya pola pembinaan jangka panjang yang profesional, termasuk pengelolaan anggaran dan peningkatan kapasitas pelatih serta tenaga pendukung. “Prestasi olahraga tidak lahir dari keajaiban, tapi dari sistem yang tertata rapi dan kerja keras yang konsisten,” ujarnya.

Dukungan Gubernur

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka menyampaikan apresiasi terhadap perhatian KONI Pusat. Ia berjanji memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah pembenahan olahraga daerah.

“Pak Marciano ini figur yang patut kita teladani. Saya melakukan ini karena saya respect terhadap komitmen beliau untuk olahraga nasional,” ujar Gubernur.

Andi menegaskan bahwa pemerintah provinsi siap memperkuat dukungan anggaran, fasilitas, dan program pembinaan atlet muda. “Kita ingin Sultra kembali dikenal sebagai daerah pencetak juara, bukan hanya sebagai penonton di panggung nasional,” ujarnya.

Membangun Ulang dari Pondasi

Evaluasi menyeluruh KONI Sultra juga sejalan dengan visi nasional Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya:

* Cita ke-4: Pembangunan Manusia Indonesia Seutuhnya dan Berkarakter
* Cita ke-6: Peningkatan Prestasi dan Daya Saing Bangsa

Dengan pembenahan manajemen, dukungan pemerintah, dan fokus pada cabang unggulan, Sulawesi Tenggara diharapkan kembali bangkit sebagai kekuatan olahraga yang disegani pada PON berikutnya.

Pelantikan pengurus KONI Sultra periode 2025–2029 bukan sekadar seremoni, tapi momentum strategis membangun sistem olahraga yang profesional, transparan, dan berorientasi hasil.

“Jangan sampai Apriyani Rahayu hanya jadi kisah tunggal dari Sultra. Mari lahirkan banyak Apriyani baru dari bumi Anoa,” tutup Marciano.

#KONISultra #MarcianoNorman #OlahragaIndonesia #PON2025 #SulawesiTenggara #AstaCita #ApriyaniRahayu #KONIPusat #OlahragaNasional #PONXXII