PENINGKATAN DRASTIS PRODUKSI JAGUNG: POLDA JATIM JADI MOTOR KETAHANAN PANGAN NASIONAL

Fokus, Hukum306 Dilihat

Komitmen terhadap kedaulatan pangan tak lagi hanya tugas sektor pertanian. Kini, kepolisian pun turun langsung ke lapangan. Polda Jawa Timur mengambil peran sentral dalam mendorong tercapainya swasembada pangan nasional—salah satu agenda prioritas dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Melalui pembentukan Satuan Tugas Ketahanan Pangan yang dipimpin oleh Kepala Biro SDM Kombes Pol Ari Wibowo, S.I.K., M.H., bersama Kabagbinkar Ro SDM AKBP Warsono, S.H., S.I.K., M.H., Polda Jatim menggulirkan berbagai langkah strategis di seluruh penjuru provinsi. Upaya ini ditujukan untuk mendorong peningkatan produksi pangan lokal sekaligus memperkuat daya tahan pangan masyarakat.

Salah satu hasil konkret dari gerakan ini terlihat pada lonjakan produksi jagung di Jawa Timur. Berdasarkan data terkini, volume panen jagung meningkat tajam dari 1.542.301 ton pada kuartal pertama 2024 menjadi 2.599.885 ton pada periode yang sama tahun 2025. Kenaikan sebesar 69 persen ini mencerminkan kontribusi signifikan Jawa Timur terhadap target nasional tambahan produksi jagung sebesar 4 juta ton.

Dalam paparannya di Mapolda Jatim pada Selasa (29/4), Kombes Pol Ari Wibowo menegaskan bahwa pencapaian tersebut sejalan dengan kebijakan Presiden Prabowo yang melibatkan institusi TNI dan Polri dalam mempercepat pelaksanaan program ketahanan pangan nasional.

“Kami tak hanya fokus pada penanaman jagung di lahan-lahan kosong. Kami juga membangun fasilitas penyimpanan guna menjaga kelancaran distribusi dan menstabilkan harga di pasar,” jelas Kombes Ari.

Ia menambahkan bahwa Polda Jatim hingga kini telah mengelola penanaman jagung di lebih dari 10.540 hektare lahan. Langkah ini menjadikan institusi kepolisian di Jawa Timur sebagai salah satu pilar utama dalam mendukung gerakan ketahanan pangan di tingkat nasional.

Tak hanya itu, keterlibatan masyarakat dalam proses penanaman hingga panen menjadi bagian penting dari strategi ini. Kolaborasi antara aparat, pemerintah, dan warga menciptakan sinergi kuat dalam menghadapi ancaman krisis pangan global.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa strategi nasional berbasis kekuatan kolektif yang diusung Presiden Prabowo berjalan sesuai harapan. Dengan semangat gotong royong dan pengelolaan modern, Indonesia semakin dekat menuju cita-cita swasembada pangan,” pungkas Kombes Ari.