DRAMATIS! MENTAN TERBANGKAN CABAI ACEH PAKAI HERCULES

Ekonomi, Fokus521 Dilihat

 

Pemerintah bergerak cepat merespons gejolak pasokan cabai pascabencana di Aceh. Menteri Pertanian yang juga Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, turun langsung mengintervensi pasar dengan menyerap hasil panen cabai petani. Sebanyak 15 ton cabai dibeli secara tunai dan diterbangkan menggunakan pesawat Hercules sebagai langkah darurat menjaga nasib petani sekaligus menstabilkan harga nasional.

Intervensi tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat menerima laporan dari daerah bahwa produksi cabai di Aceh melimpah, namun tersendat distribusi akibat dampak bencana. Kondisi itu membuat petani terancam merugi di tengah biaya produksi yang tinggi.

Menanggapi laporan dari Bupati Aceh Tengah dan Bener Meriah, Mentan Amran langsung memberi instruksi tegas agar hasil panen petani diserap tanpa praktik tawar-menawar yang merugikan.

“Mereka sedang kena musibah. Saya perintahkan langsung beli dengan harga menguntungkan, jangan ditawar,” tegas Amran saat meninjau kedatangan sekitar 40 ton cabai di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, Rabu (17/12/2025).

Amran menegaskan, distribusi cabai dari Aceh ke Jakarta memiliki arti strategis karena Jakarta menjadi barometer harga pangan nasional. Langkah cepat ini dinilai krusial, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), periode yang hampir selalu memicu lonjakan permintaan dan fluktuasi harga.

“Cabai datang dari timur, dari barat, dan ini dari barat—Aceh. Pemerintah ingin semua tersenyum. Petani untung, pedagang untung, konsumen juga tersenyum. Jangan sampai di petani murah, tapi di pasar melonjak sampai Rp90 ribu per kilogram,” ujarnya.

Intervensi ini langsung berdampak ke pasar. Pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, menyebut pasokan cabai relatif aman meski permintaan meningkat tajam menjelang Nataru 2025/2026.

“Harga stabil, pasokan terjaga. Jawa Barat panen, Jawa Timur juga panen. Untuk cabai rawit merah dan cabai merah keriting sangat aman,” kata Nur Kholis, salah satu pedagang.

Data Panel Harga Pangan Bapanas per 17 Desember 2025 mencatat harga rata-rata nasional cabai rawit merah sebesar Rp71.674 per kilogram, turun 2,11 persen secara harian dan 1,28 persen dibandingkan pekan lalu. Sementara cabai merah keriting berada di level Rp61.978 per kilogram, turun 2,01 persen dibandingkan hari sebelumnya dan 2,52 persen dari rata-rata mingguan.

Meski tren harga menurun, Bapanas tetap meningkatkan pengawasan karena harga kedua komoditas masih berada di atas Harga Acuan Penjualan (HAP) konsumen. HAP cabai merah keriting ditetapkan Rp37.000–Rp55.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit merah Rp40.000–Rp57.000 per kilogram.

Pemerintah memastikan intervensi pasar akan terus dilakukan secara terukur dan berkelanjutan, demi menjaga keseimbangan harga, melindungi petani dari kerugian, serta menjamin ketersediaan pangan strategis nasional tetap aman.

#BreakingNews
#HargaCabai
#IntervensiPasar
#KetahananPangan
#MentanAmran
#Bapanas
#PetaniAceh
#Nataru2025