BBM–LPG ACEH TETAP AMAN MESKI DITERJANG BANJIR!

Ekonomi, Fokus659 Dilihat

 

PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatra Bagian Utara (Sumbagut) memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG di Provinsi Aceh pada prinsipnya tetap aman di tengah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah. Meski distribusi sempat terganggu akibat akses jalan dan jembatan rusak, Pertamina menegaskan hambatan tersebut terus diatasi melalui kerja tim terpadu lintas sektor.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi AS, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Aceh, pemerintah daerah terdampak, BNPB, BPBD, TNI–Polri, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, relawan, media, hingga masyarakat atas sinergi penanganan bencana.

“Kami menaruh hormat setinggi-tingginya kepada petugas di lapangan yang bekerja dalam akses terbatas dan cuaca ekstrem. Ini bukan sekadar angka, tapi tentang keluarga dan nilai kemanusiaan. Keselamatan menjadi prioritas utama,” ujar Fahrougi dalam konferensi pers di Media Center Kemkomdigi RI, Banda Aceh, Kamis (18/12/2025).

Ia menjelaskan, banjir dan longsor berdampak pada jalur distribusi energi di 16 kabupaten/kota di Aceh. Tantangan utama bukan terletak pada stok, melainkan terputusnya akses distribusi darat akibat kerusakan infrastruktur.

Dari total 156 SPBU di Aceh, sebanyak 15 SPBU atau sekitar 10 persen terdampak, sementara 13 dari 133 agen LPG mengalami gangguan operasional. Meski demikian, seluruh Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) tetap beroperasi sehingga suplai LPG dasar tetap terjaga.

Saat ini, stok energi di Aceh tercatat sekitar 844 kiloliter (KL) gasoline, 633 KL gasoil/solar, dan 319 metrik ton (MT) LPG. Pertamina melakukan pemantauan ketat, penguatan suplai alternatif, serta penetapan prioritas wilayah terdampak.

Untuk menjangkau daerah terisolir seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah, Pertamina mengoptimalkan distribusi udara menggunakan Air Tractor sejak 13 Desember 2025. Sebanyak 22.000 liter BBM telah disalurkan, terdiri dari 14.000 liter Biosolar dan 8.000 liter Pertalite.

Dari sisi LPG, Pertamina bersama pemerintah daerah menggelar operasi pasar LPG 3 kilogram di puluhan titik di Banda Aceh dan Aceh Besar pada periode 6–18 Desember 2025, dengan total distribusi mencapai 20.720 tabung guna menstabilkan pasokan dan harga.

Sementara itu, jalur laut juga dioptimalkan melalui pengalihan suplai LPG menggunakan kapal Ro-Ro yang mengangkut 25 skid tank dengan total kapasitas sekitar 375 ton LPG. Langkah ini diambil menyusul terputusnya jalur darat Lhokseumawe–Banda Aceh.

Distribusi darat mulai dinormalisasi secara bertahap setelah Jembatan Teupin Mane di Bireuen kembali dibuka. Mobil tangki kembali melayani rute Bireuen–Bener Meriah–Takengon dengan penguatan armada, awak mobil tangki, serta pengamanan di titik layanan prioritas.

“Pertamina terus berkoordinasi dengan Pemda, BNPB/BPBD, serta TNI–Polri untuk pengamanan SPBU, kelancaran operasi pasar, dan distribusi yang aman serta tertib,” kata Fahrougi.

Di sisi kemanusiaan, Pertamina Peduli juga hadir menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak, sejalan dengan arahan Kementerian ESDM dan sinergi lintas pemangku kepentingan.

Pertamina mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Tantangan utama adalah akses distribusi, bukan kekurangan stok. Penyaluran energi terus berjalan dan diperkuat secara bertahap agar merata,” pungkas Fahrougi.

#BreakingNews
#BBMAman
#LPGAceh
#Pertamina
#BanjirAceh
#DistribusiEnergi
#TanggapBencana
#EnergiUntukNegeri