Langit Malaysia nyaris menjadi mimpi buruk bagi Persib Bandung. Pada 6 November lalu, Selangor FC membuat Maung Bandung limbung setelah unggul 2-0 di babak pertama. Nyaris saja tren positif enam kemenangan beruntun di liga runtuh begitu saja di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/26. Tapi Persib memilih menulis ulang naskah pertandingan: remontada. Tiga gol balasan mengubah kepanikan menjadi perayaan, dan Persib pulang dengan kepala terangkat.
Namun kemenangan dramatis itu menyisakan satu pesan penting. Kapten Persib, Marc Klok, mengingatkan rekan-rekannya bahwa euforia tak boleh membutakan. Babak pertama melawan Selangor adalah alarm. “Mungkin di babak pertama kita ada rasa meremehkan lawan, dan ini bahaya,” katanya. Kalimat itu lebih terdengar seperti peringatan untuk masa depan daripada evaluasi masa lalu.
Klok paham bahwa bahaya terbesar dalam masa-masa indah adalah rasa nyaman. Dan itu sangat mungkin terjadi ketika Persib sudah memetik enam kemenangan beruntun di BRI Super League. “Kita harus hati-hati, tetap saling bicara, dan terus kerja keras. Apapun nanti yang datang, kita harus siap,” ujarnya.
Laga berikutnya bukan sekadar pertandingan biasa. Pada 21 November mendatang, Persib akan menjamu Dewa United Banten FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Laga pekan ke-13 ini bisa menjadi penentu apakah momentum Maung Bandung terus melaju atau justru terhenti.
Klok menyebut timnya sedang berada dalam fase terbaik musim ini. “Dalam sepak bola selalu ada masa yang bagus dan masa yang buruk. Sekarang kita di kondisi yang sangat bagus, dan kita harus bersyukur dengan momentum ini,” tuturnya. Tapi ia kembali menegaskan bahwa kondisi bagus hanya bisa dijaga dengan disiplin. “Kalau rileks sekarang, kita pasti akan gagal.”
Persib masih berada di posisi mengejar Borneo FC Samarinda di puncak klasemen. Tidak ada ruang untuk lengah. Tidak ada ruang untuk mengulangi babak pertama di Malaysia. “Banyak kemenangan membuat kepercayaan diri datang, tapi itu juga harus dibayar dengan kerja keras,” pinta Klok.
Di GBLA nanti, Persib akan diuji—bukan hanya oleh Dewa United, tapi oleh dirinya sendiri. Apakah mereka mampu menjaga sikap, menjaga fokus, menjaga karakter? Atau momentum manis selama ini akan retak oleh rasa percaya diri yang berlebihan?
Jawabannya akan datang dari satu hal yang terus diingatkan sang kapten: jangan meremehkan siapa pun, bahkan ketika Anda sedang berada di puncak angin.
#PersibBandung #MarcKlok #BRISuperLeague #MaungBandung #AFCChampionsLeagueTwo #PersibVsDewaUnited #LigaIndonesia #FeatureNews












