PIDATO PRABOWO DI PBB JADI MOMENTUM INDONESIA PERKUAT PERAN GLOBAL

Fokus, Nasional151 Dilihat

Pidato Presiden RI Prabowo Subianto dalam sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB dinilai sebagai tonggak penting yang menegaskan posisi Indonesia kian diperhitungkan di panggung dunia.

Ketua Program Studi S2 Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin, Alem Febri Sonni, menyebut Indonesia memiliki modal besar untuk tampil sebagai jembatan perdamaian di tengah konflik global yang kian kompleks.

“Posisi Indonesia ini kemungkinan akan dijadikan sebagai alat untuk meredam sejumlah konflik internasional,” ujarnya kepada InfoPublik.id, Senin (22/9/2025).

Menurut Alem, Prabowo diperkirakan akan memainkan strategi diplomasi middle power—tidak ekstrem, tetapi menempatkan Indonesia sebagai penghubung di tengah dinamika geopolitik. Sikap itu selaras dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif dan nonblok.

“Indonesia lebih tepat mengambil peran sebagai bridging nation, penghubung di tengah situasi global yang semrawut saat ini. Itu langkah yang bijak,” ucapnya.

Alem menambahkan, sejak sebelum menjabat presiden, Prabowo sudah dikenal luas di dunia internasional. Karena itu, kehadirannya di forum global bukanlah hal mengejutkan. Justru, pidato di PBB kali ini bisa menjadi momentum strategis untuk menguatkan citra dan posisi Indonesia.

“Secara kapabilitas, Prabowo sudah lama menjadi bagian dari narasi global. Pidato ini adalah momentum yang tepat, karena saat ini posisi kita semakin diperhitungkan,” kata Alem.

Ia menilai kehadiran Indonesia di forum internasional makin relevan, khususnya dalam isu Palestina dan solusi dua negara yang kembali mencuat. Indonesia, kata dia, berpotensi mendorong penyelesaian damai tanpa harus berpihak secara ekstrem.

Alem juga menekankan pentingnya strategi komunikasi publik yang cermat. Dengan urutan bicara ketiga setelah Presiden Brasil dan Presiden Amerika Serikat, pidato Prabowo diyakini bakal menjadi sorotan media internasional dan berdampak besar bagi diplomasi Indonesia.

“Momentum ini sangat menguntungkan. Dengan retorika yang tepat, pidato Presiden bisa memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah, bijak, dan konsisten memperjuangkan perdamaian global,” pungkasnya.