Sukun sering dianggap superfood karena kaya karbohidrat, serat, vitamin B, vitamin C, dan kalium. Buah dengan nama latin Artocarpus altilis ini lazim dijadikan camilan: digoreng, direbus, atau dikukus. Rasanya gurih sekaligus mengenyangkan.
Namun di balik manfaatnya, tidak semua orang aman mengonsumsi sukun. Bagi kelompok tertentu, justru bisa memperburuk kondisi kesehatan. Berikut daftar orang yang sebaiknya membatasi atau menghindari sukun:
1. Alergi lateks
Sukun masih satu keluarga dengan pohon penghasil lateks. Penderita alergi lateks bisa mengalami gatal, ruam, bengkak, hingga sesak napas setelah makan sukun.
2. Gangguan pembekuan darah
Zat tertentu dalam sukun bisa meningkatkan risiko perdarahan pada penderita kelainan pembekuan darah.
3. Hipotensi (tekanan darah rendah)
Kalium dalam sukun memang baik untuk jantung, tapi pada penderita hipotensi bisa membuat tekanan darah turun lebih jauh dan memicu pusing atau pingsan.
4. Gangguan ginjal
Baik buah maupun daun sukun mengandung kalium tinggi. Konsumsi berlebihan dapat memperberat kerja ginjal dan memperburuk penyakit ginjal.
5. Radang usus
Rebusan daun sukun dalam jumlah banyak bisa melukai dinding usus dan memicu peradangan.
6. Sariawan
Senyawa dalam daun sukun dapat mengiritasi mulut hingga menyebabkan radang dan sariawan semakin parah.
7. Sembelit
Meski kaya serat, rebusan daun sukun justru bisa memicu konstipasi bila dikonsumsi berlebihan atau saat perut kosong.
Singkatnya, sukun memang lezat dan bergizi, tapi tidak ramah bagi semua orang. Kalau Anda punya riwayat alergi atau penyakit di atas, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum memasukkan sukun ke dalam menu harian.










