Reshuffle Kabinet Merah Putih yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto pada Senin sore (8/9/2025) langsung memantik perhatian. Dari sejumlah nama baru yang masuk, sorotan besar jatuh pada lahirnya satu kementerian anyar: Kementerian Haji dan Umrah.
Senator DPD RI asal DKI Jakarta, Achmad Azran, termasuk yang paling lantang memberi apresiasi. “Alhamdulillah, kementerian ini akhirnya terbentuk. Sejak saya pulang haji tahun ini, saya sudah merekomendasikan agar Indonesia memiliki kementerian khusus yang mengurusi ibadah haji dan umrah,” ujarnya.
Azran, yang juga pernah dipercaya duduk di tim monitoring dan evaluasi haji Kementerian Agama 2025, menuturkan banyak persoalan yang ia temui langsung di lapangan. Mulai dari keterlambatan distribusi makanan, penjemputan jemaah yang molor, hingga minimnya pelayanan bagi jemaah lansia. “Dengan kementerian baru ini, koordinasi dengan Arab Saudi bisa lebih lancar, dan berbagai keluhan jemaah bisa ditangani lebih cepat,” katanya.
Namun, Azran mengingatkan agar euforia reshuffle tidak berubah menjadi polemik baru. Ia menekankan pentingnya kerja nyata, bukan sekadar seremonial. “Jangan ada lagi kebijakan yang membebani masyarakat. Hindari hidup bermewah-mewah. Rakyat sedang kesulitan. Fokuslah bekerja untuk kesejahteraan jamaah dan bangsa,” tutur senator yang akrab disapa Bang Azran itu.
Reshuffle kali ini memang cukup mengejutkan. Prabowo melantik empat menteri dan satu wakil menteri sekaligus di Istana Negara. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 86P Tahun 2025, posisi Menteri Keuangan kini diisi Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani. Mukhtarudin dipercaya memimpin Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Juliantono menjadi Menteri Koperasi, sementara Kementerian Haji dan Umrah diamanahkan kepada Mochamad Irfan Yusuf dengan Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya.
Di luar itu, ada pula keputusan mengejutkan: Menko Polhukam Budi Gunawan diberhentikan dengan hormat dan digantikan oleh Sjafrie Syamsuddin yang merangkap jabatan. Posisi Menpora Dito Ariotedjo juga digeser, dengan Mukhtarudin disebut sebagai penggantinya.
Bagi Azran, reshuffle ini mencerminkan kepekaan Presiden Prabowo terhadap dinamika yang berkembang. Ia menyebut kehadiran Kementerian Haji dan Umrah sebagai terobosan yang akan sangat membantu jemaah. “Ini langkah yang tepat, sekaligus menjawab aspirasi umat. Sekarang tinggal bagaimana kementerian baru ini bisa bekerja efektif, tanpa menimbulkan kehebohan yang tidak perlu,” ucapnya.
Azran menutup pernyataannya dengan pesan singkat namun tegas: “Selamat bekerja. Gunakan jabatan ini sepenuh hati untuk membantu Presiden, tapi terutama untuk melayani rakyat.”












