Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyampaikan apresiasi atas suksesnya penyelenggaraan Piala Presiden 2025 yang dinilai mengalami peningkatan signifikan dalam kualitas dan gengsi. Turnamen dengan total hadiah Rp11,5 miliar itu mencetak sejarah dengan mempertemukan dua klub internasional, Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand), di final yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Minggu (13/7).
Dalam laga puncak yang disaksikan 15 ribu penonton, Port FC keluar sebagai juara usai menang 2-1 atas Oxford United. Klub Thailand itu sempat tertinggal lebih dulu oleh gol Mark Harris pada menit ke-11, namun mampu membalikkan keadaan lewat gol Teerasak Poeiphimai (45’) dan Brayan Perea (48’).
Erick yang hadir langsung di stadion menyebut final ini menjadi bukti nyata bahwa Piala Presiden telah naik level dari sekadar turnamen pramusim menjadi ajang bergengsi dengan daya tarik internasional. “Ini jadi magnet bagi klub luar dan sekaligus cerminan sejauh mana daya saing klub Indonesia saat ini,” ujarnya.
Seremoni pembuka final pun dibuat meriah dengan atraksi 1.200 drone dan aksi juggling massal oleh ratusan anak sekolah sepak bola. Turut hadir dalam laga final Presiden Federasi Sepak Bola Thailand, Madam Pang, yang juga pemilik Port FC, serta Ketua Steering Committee Maruarar Sirait.
Erick menegaskan bahwa keberhasilan dua klub luar negeri menembus partai final harus menjadi tamparan sekaligus motivasi bagi klub-klub lokal seperti Persib, Arema FC, Dewa United, dan tim Liga Indonesia All Star agar tidak hanya ikut serta, tetapi juga mampu bersaing di level Asia.
“Ke depan, klub kita harus bisa berprestasi, bukan sekadar berpartisipasi. Ini waktunya bangkit,” tegas Erick.












