ABSEN DI KTT G7, PRABOWO TETAP PEGANG HALUAN BEBAS-AKTIF

Fokus, Internasional810 Dilihat

Absen Presiden Prabowo Subianto di meja pertemuan para pemimpin negara G7 di Kanada rupanya bikin telinga sebagian kalangan panas. Tapi bagi Istana, urusan geopolitik Indonesia tak sesederhana memilih blok Timur atau Barat.

Kepala Kantor Staf Komunikasi Presiden, Hasan Nasbi, menjawab gamblang dalam jumpa pers pada Senin, 16 Juni 2025. Menurutnya, jadwal padat dan jarak lokasi jadi alasan utama Prabowo tak terbang ke Kanada. “Presiden menerima banyak undangan kehormatan. Beberapa bertabrakan jadwalnya—Kanada, Rusia, Singapura. Semuanya dihargai, tak ada yang dianak-tirikan,” kata Hasan, dikutip dari Antara.

Bukan tanpa bukti. Undangan untuk Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) di Rusia plus pertemuan tahunan di Singapura sudah terkonfirmasi sejak bulan lalu. Sementara undangan G7 baru mampir ke meja protokoler awal Juni. Waktu mepet, jarak ribuan kilometer, dan daftar temu bilateral yang padat membuat undangan negara-negara G7 terpaksa dilepas.

Di SPIEF, Prabowo dijadwalkan membawakan pidato kunci, membahas lanskap ekonomi global dan menjajaki investasi strategis lintas sektor. Sementara di Singapura, istana menyiapkan sejumlah nota kesepahaman bernilai jumbo—dari pertahanan, energi, sampai transformasi digital.

Hasan menegaskan, absen di G7 bukan berarti Jakarta berpaling arah. “Kebijakan luar negeri kita tetap bebas dan aktif. Kita tidak memandang dunia hitam-putih. Keanggotaan di OECD, BRICS, G20, dan APEC semua berangkat dari kepentingan nasional,” ujarnya.

Dengan langkah diplomasi berlapis ini, Indonesia mencoba merajut benang merah hubungan lintas blok tanpa terjebak tarik-menarik kepentingan adidaya. Presiden boleh absen di Kanada, tetapi peta pengaruh Indonesia di panggung global tetap dijaga di banyak meja perundingan lain.