INDONESIA UNDANG SWASTA UNTUK PERCEPATAN NASIONAL

Fokus, Nasional802 Dilihat

Infrastruktur berkualitas tidak hanya mendukung kelancaran pergerakan orang dan barang, tetapi juga memperluas akses layanan publik, membuka lapangan kerja, dan mendongkrak daya saing Indonesia di kancah internasional.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai sektor, mulai dari transportasi, energi, telekomunikasi, hingga sanitasi dan air bersih. Akses jalan yang memadai memangkas biaya logistik, pasokan listrik yang stabil menopang industri, sementara koneksi digital memacu pertumbuhan ekonomi berbasis teknologi.

Presiden Prabowo Subianto menyoroti peran penting swasta dalam mendukung percepatan infrastruktur. Dalam pidato di Konferensi Internasional Infrastruktur 2025 di Jakarta Convention Center, Kamis (12/6/2025), Presiden membuka pintu lebar bagi investor domestik dan asing.

“Saya mengundang sektor swasta sebesar-besarnya untuk terlibat dalam pembangunan infrastruktur kita,” kata Presiden. Ia menambahkan, pemerintah akan mempermudah perizinan, menjaga stabilitas proyek, serta mendirikan pusat layanan khusus untuk mempercepat realisasi pembangunan.

Efisiensi anggaran juga berhasil menciptakan cadangan dana yang siap digunakan sebagai modal pendamping bersama swasta. “Sekarang pemerintah berani ikut serta dengan modal nyata, bukan hanya sekadar saham kosong,” tegas Prabowo.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, dalam lima tahun mendatang Indonesia memerlukan investasi infrastruktur hingga 625,37 miliar dolar AS. Namun, anggaran negara hanya mampu menutup sekitar 40 persen kebutuhan tersebut.

“Karena itu, partisipasi swasta dan mitra internasional mutlak diperlukan untuk menutup celah pembiayaan,” jelas Sri Mulyani dalam forum yang sama. Menkeu menegaskan pentingnya inovasi pendanaan agar proyek infrastruktur berjalan sesuai target.

Sebagai langkah nyata, pemerintah membentuk Danantara, entitas investasi baru yang bertugas memperkuat pembiayaan proyek-proyek strategis nasional. CEO Danantara yang juga Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Rosan Roeslani, menekankan bahwa Danantara akan mengubah pola kerja BUMN agar lebih gesit dan kolaboratif lintas sektor.

Saat ini, 50 BUMN beserta 889 anak usahanya akan dikelola di bawah kendali Danantara. “Kami ingin menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Rosan.

Ia menekankan bahwa fokus utama transformasi BUMN adalah menyediakan pekerjaan berkualitas bagi masyarakat. Dengan pertumbuhan penduduk yang menembus dua juta kelahiran per tahun, Indonesia membutuhkan mesin ekonomi yang sanggup menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Selain mendongkrak sektor industri, pemerintah juga menyiapkan infrastruktur yang mendukung ekonomi kreatif. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menilai infrastruktur memegang peran vital untuk akses distribusi, konektivitas digital, hingga pengembangan ruang kreatif di berbagai daerah.

“Kami ingin infrastruktur yang memadai menjadi fondasi lahirnya ekosistem kreatif yang produktif dan berkelanjutan,” kata Teuku Riefky. Ia optimistis pembangunan infrastruktur akan melahirkan talenta baru dan mendorong ekspor produk kreatif Indonesia ke pasar global.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan agar pembangunan tidak hanya mengejar proyek fisik, tetapi juga menjaga nilai kemanusiaan, ketahanan nasional, dan kolaborasi lintas sektor.

AHY mencontohkan beberapa proyek yang kini berjalan, seperti pembangunan tanggul laut raksasa untuk melindungi pesisir ibu kota, pembangkit listrik skala mikro di kawasan terluar, irigasi bagi petani, serta pelabuhan yang mendukung konektivitas maritim.

“Infrastruktur bukan biaya, melainkan investasi bagi martabat, keadilan, dan perdamaian,” tegas AHY. Ia menekankan, pembangunan yang berkelanjutan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.

Seiring dengan tren global, pemerintah juga mendorong pembangunan infrastruktur hijau yang ramah lingkungan melalui konsep smart city, green building, dan energi terbarukan. Dengan sinergi pemerintah, swasta, dan masyarakat, Indonesia menargetkan pembangunan infrastruktur yang merata, modern, dan berdaya tahan di masa depan.