KPK GELEDAH RUMAH TOKOH BERPENGARUH DI SURABAYA

Fokus, Hukum503 Dilihat

Tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah Senator DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti di Surabaya, Jawa Timur, Senin pagi (14/04/2025).

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika Sugiarto, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Ia menyebut penggeledahan dilakukan untuk mencari bukti dalam penyidikan dugaan korupsi pengelolaan dana hibah kelompok masyarakat (pokmas) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tahun 2021–2022.

“Penyidik masih bekerja. Penjelasan lengkap akan disampaikan setelah seluruh rangkaian penggeledahan selesai,” kata Tessa kepada wartawan di Jakarta.

Belum ada informasi lebih rinci mengenai barang apa saja yang disita dari rumah La Nyalla. KPK masih menutup rapat perkembangan detail penyidikan.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi yang sebelumnya menyeret 21 orang menjadi tersangka. Pada Juli 2024, KPK mengumumkan empat orang sebagai tersangka penerima suap dan 17 lainnya sebagai pemberi suap.

Dari empat tersangka penerima suap, tiga merupakan pejabat negara aktif, sementara satu lainnya adalah staf penyelenggara negara. Untuk 17 pemberi suap, sebagian besar adalah pihak swasta, ditambah dua penyelenggara negara.

KPK belum memastikan keterlibatan La Nyalla dalam kasus ini. Namun, sumber internal menyebutkan bahwa penggeledahan rumah senator tersebut menjadi bagian dari upaya mengumpulkan bukti atas aliran dana hibah yang disinyalir bermasalah.

La Nyalla belum memberikan pernyataan resmi. Sementara itu, sejumlah media yang mencoba menghubungi pihak keluarga maupun kuasa hukumnya belum mendapatkan respons.

Penggeledahan ini memicu spekulasi baru di kalangan publik dan politikus di Jakarta, mengingat La Nyalla dikenal sebagai salah satu figur berpengaruh di Jawa Timur dan nasional.

KPK menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan dan siapa pun yang terlibat akan diproses tanpa pandang bulu. Penyidikan masih berlangsung dan belum ada keterangan resmi soal apakah akan ada pemanggilan terhadap La Nyalla dalam waktu dekat.

SUMBER : ANTARA