Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan rakyat Palestina bisa mendirikan negara di Arab Saudi, bukan di tanah air mereka sendiri.
“Orang-orang Saudi bisa membuatkan negara Palestina di Arab Saudi; mereka punya banyak lahan di sana,” ujarnya dalam wawancara dengan media Israel.
Netanyahu menolak pendirian negara Palestina sebagai syarat normalisasi hubungan dengan Saudi, menyebutnya sebagai “ancaman keamanan bagi Israel.” Ia menambahkan bahwa Gaza, yang dipimpin Hamas, adalah contoh negara Palestina yang gagal.
Netanyahu optimistis normalisasi dengan Saudi segera tercapai. “Perdamaian antara Israel dan Arab Saudi tidak hanya mungkin, tetapi akan terjadi,” katanya.
Namun, Kementerian Luar Negeri Saudi menolak klaim Netanyahu dan menegaskan bahwa normalisasi tidak akan terjadi tanpa berdirinya negara Palestina.
Sementara itu, mantan Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan Netanyahu di Washington mengatakan AS ingin mengambil alih Gaza dan memindahkan warga Palestina agar wilayah itu dibangun kembali sebagai “Riviera di Timur Tengah.” Pernyataan ini menuai kecaman global.












