Jagat maya kembali gaduh. Kali ini sebuah video di Facebook memicu kehebohan dengan klaim bahwa rumah mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Solo, Jawa Tengah, dibakar massa. Potongan gambar dan narasi bombastis dalam unggahan itu langsung memantik keresahan publik.
Namun, setelah ditelusuri, kabar tersebut terbukti palsu. Tidak ada satupun media kredibel yang memberitakan peristiwa pembakaran rumah Jokowi. Penelusuran menggunakan kata kunci “rumah Jokowi” di Google justru mengarah pada laporan berjudul “Demo Marak di Berbagai Daerah, Rumah Jokowi di Solo Dijaga Ketat Aparat” yang terbit 1 September 2025.
Dalam laporan itu digambarkan suasana rumah Jokowi di kawasan Sumber, Solo, tampak lengang, hanya saja penjagaan lebih ketat dari biasanya. Paspampres dan TNI terlihat berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gejolak demonstrasi yang marak di sejumlah daerah.
Artinya, rumah Jokowi sama sekali tidak terbakar. Tidak ada kerusakan, tidak ada kerumunan warga yang menyerbu, apalagi aksi anarkis seperti yang dituduhkan di media sosial. Semua pemberitaan resmi justru mengonfirmasi bahwa situasi di kediaman mantan presiden dalam kondisi aman terkendali.
Fenomena semacam ini menegaskan lagi betapa cepatnya hoaks menyebar, apalagi di tengah situasi politik yang sedang panas. Narasi sensasional sengaja digoreng untuk memancing klik, menuai kecemasan, bahkan bisa menyulut provokasi.
Publik perlu lebih kritis. Jangan buru-buru percaya hanya karena melihat video dengan caption mencolok. Kebenaran tetap harus dicari lewat media yang kredibel, bukan lewat unggahan viral yang tak jelas sumbernya.






