Sebuah video yang ramai beredar di TikTok menyulut kegaduhan publik. Rekaman itu mengklaim aksi demonstrasi berujung pada penangkapan Presiden Joko Widodo. Potongan-potongan gambar dipadukan sedemikian rupa, lengkap dengan narasi bombastis, hingga tampak meyakinkan.
Namun setelah ditelusuri lebih jauh, klaim tersebut hanyalah kabar palsu. Tidak ada satu pun media kredibel yang memberitakan penangkapan Jokowi. Tim pemeriksa fakta turnbackhoax.id memastikan video itu menyesatkan.
Jejak asli rekaman justru bersumber dari aksi unjuk rasa di Pontianak, Kalimantan Barat, Juli 2024 lalu. Saat itu, aliansi masyarakat Kalbar menggelar demonstrasi di kantor gubernur. Mereka menolak program transmigrasi pemerintah pusat yang dianggap mengancam hak penduduk lokal.
Dalam orasinya, massa mendesak pemerintah membatalkan kebijakan tersebut. Mereka juga meminta agar dana revitalisasi transmigrasi dialihkan ke pembangunan infrastruktur vital di Kalbar—mulai dari jalan, listrik, hingga penyediaan air bersih.
Klaim penangkapan Jokowi tak lebih dari manipulasi video, menunggangi isu panas untuk mengail sensasi di media sosial. Hoaks semacam ini kembali menegaskan bahwa di era banjir informasi, kewaspadaan publik tak boleh kendor.






