PEMERINTAH SIAPKAN RUMAH UNTUK KORBAN DEMO ANARKIS DI MAKASSAR

Fokus, Hukum, Regional123 Dilihat

Pemerintah pusat menyiapkan rumah layak huni bagi korban demonstrasi yang berujung anarkis di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, pada Jumat (29/8/2025). Aksi mahasiswa yang berakhir dengan pembakaran Gedung DPRD Makassar itu menewaskan tiga orang dan melukai sejumlah pegawai pemerintah.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri Akmal Malik menyampaikan bahwa bantuan berupa rumah akan ditempatkan di kawasan Barombong, Kecamatan Tamalate. Rencananya, penyerahan rumah akan dilakukan langsung pekan depan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait.

“Ini adalah bentuk kepedulian pemerintah pusat, Kemendagri, dan Kementerian PKP bagi keluarga korban di Makassar,” kata Akmal dalam keterangan resmi usai meninjau para korban bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Jumat (5/9/2025).

Menurut Akmal, pemerintah menyiapkan empat hingga lima unit rumah bagi keluarga korban meninggal dunia, serta satu unit rumah untuk petugas Satpol PP yang kini dalam kondisi kritis. Ia menegaskan bahwa dukungan lintas kementerian ini merupakan bentuk komitmen negara dalam memberikan perlindungan kepada warganya.

Selain Kemendagri dan Kementerian PKP, Kementerian Sosial juga terlibat menyalurkan bantuan lainnya. “Pak Mendagri meminta saya mengkomunikasikan dengan Pemerintah Kota Makassar agar dukungan pemerintah pusat benar-benar bermanfaat bagi keluarga korban,” ujar Akmal.

Pemkot Makassar akan memetakan kebutuhan lebih rinci di lapangan agar bantuan tersalurkan secara tepat. “Pemkot akan memastikan pendataan detail dan kebutuhan keluarga korban terpenuhi, sehingga dukungan ini tepat sasaran,” kata Wali Kota Munafri.

Korban Jiwa dan Luka

Insiden di Gedung DPRD Makassar mengakibatkan tiga orang meninggal dunia. Mereka adalah:

1. Sarinawati (26), staf DPRD Makassar, ditemukan hangus terbakar di lokasi dan dibawa ke RS Bhayangkara.

2. Syaiful (43), kepala seksi di Kecamatan Ujung Tanah, meninggal di RS Grestelina akibat luka bakar.

3. Muh Basir alias Abay, staf DPRD Makassar, meninggal di lokasi dalam kondisi hangus terbakar, jenazah dirujuk ke RS Bhayangkara.

Sementara itu, empat orang mengalami luka berat, di antaranya Budi Haryati (30), pegawai DPRD Makassar yang kini koma di RS Primaya, serta Heriyanto (28), staf DPRD Makassar yang mengalami luka parah setelah melompat dari lantai empat.

Tiga korban lain, yakni Saba alias Sahabuddin, Arief (cleaning service), dan Heriyanto, masih menjalani perawatan intensif di RS Grestelina dengan kondisi kritis.

Komitmen Pemulihan Sosial

Langkah penyediaan rumah ini disebut sebagai bagian dari upaya pemulihan sosial pasca-kerusuhan. Pemerintah pusat menegaskan tidak ingin keluarga korban menanggung beban sendirian.

“Kami ingin memastikan keluarga korban mendapat tempat tinggal yang layak. Selanjutnya akan ada bentuk dukungan tambahan sesuai kebutuhan,” kata Akmal.

Pemkot Makassar mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang memberikan perhatian khusus kepada korban tragedi tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan penderitaan keluarga sekaligus menjadi bagian dari pemulihan kondisi sosial masyarakat Makassar setelah insiden anarkis.