PRABOWO UNGKAP ALASAN SERING KE TIONGKOK

Fokus, Nasional818 Dilihat

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan alasan di balik intensitas kunjungannya ke Tiongkok, baik sebelum maupun setelah resmi menjabat sebagai kepala negara. Menurutnya, Tiongkok memiliki peran penting sebagai mitra strategis sekaligus penjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia.

“Hubungan bilateral antara Indonesia dan Tiongkok sangat strategis, sangat penting, dan menawarkan masa depan yang menjanjikan. Kedekatan ini juga berkontribusi langsung terhadap perdamaian dan stabilitas regional,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan pidato utama dalam Indonesia-China Business Reception di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Presiden menilai Tiongkok bukan sekadar negara maju, tetapi juga pewaris salah satu peradaban tertua di dunia yang menjunjung nilai-nilai budaya luhur. Ia menekankan bahwa filosofi Tiongkok yang mengutamakan harmoni dan kebaikan bersama menjadi dasar kuat terciptanya hubungan yang damai.

“Tiongkok senantiasa berupaya membangun harmoni dan kedamaian. Karena itu, saya berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan capaian kerja sama yang sudah berjalan baik selama ini,” tambahnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa Tiongkok telah menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan nilai perdagangan tahunan yang melampaui 130 miliar dolar AS. Menurutnya, kerja sama ini tak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mempercepat pengembangan industri dan teknologi di tanah air.

Ia menyoroti kontribusi nyata perusahaan-perusahaan besar asal Tiongkok dalam berbagai proyek strategis nasional, mulai dari pembangunan kereta cepat Jakarta–Bandung, kawasan industri, hilirisasi nikel, hingga pengembangan teknologi mutakhir.

“Relasi dagang dan investasi ini mencerminkan komitmen bersama untuk mewujudkan masa depan yang lebih kuat, lebih sejahtera bagi kedua bangsa, serta lebih hijau dan berkelanjutan bagi lingkungan kita,” tegas Prabowo.

Presiden juga menyampaikan apresiasi atas peran aktif perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam penciptaan lapangan kerja, alih teknologi, serta peningkatan kepercayaan dunia usaha terhadap iklim investasi di Indonesia.

SUMBER: RRI