Mamuju — Media sosial diramaikan oleh beredarnya unggahan berisi peringatan gempa besar akibat sesar yang diklaim akan mengguncang wilayah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) dan Sulawesi Selatan (Sulsel) dengan kekuatan magnitudo 7 hingga 9. Unggahan tersebut tersebar luas di berbagai platform media sosial sejak 18 hingga 20 Desember 2025, memicu keresahan masyarakat.
Namun, klaim tersebut dipastikan tidak benar.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Yasir Fattah, menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial bukan peringatan resmi dan tidak dapat dipertanggungjawabkan. Hal itu disampaikannya di Mamuju, setelah BPBD melakukan koordinasi langsung dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Gowa.
“Tidak ada peringatan dini resmi dari BMKG terkait gempa besar magnitudo 7 sampai 9 di Sulawesi,” ujar Muhammad Yasir Fattah, dikutip dari kompas.com.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan, di mana, dan seberapa besar kekuatan gempa bumi. Oleh karena itu, setiap pesan berantai atau unggahan media sosial yang mengklaim adanya prediksi gempa besar perlu diwaspadai.
Berdasarkan data BMKG, gempa tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 memang tercatat terjadi di wilayah Kota Gorontalo pada 20 Desember 2025. Namun, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami dan tidak diikuti oleh aktivitas gempa besar lainnya di wilayah Sulawesi.
BMKG juga memastikan bahwa tidak ada catatan gempa dengan magnitudo di atas 7 yang terjadi di Sulawesi setelah peristiwa tersebut.
BPBD Sulawesi Barat mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, serta tidak mudah percaya pada isu atau informasi tidak jelas sumbernya. Masyarakat diminta untuk hanya mengacu pada informasi resmi BMKG dan BPBD guna menghindari kepanikan yang tidak perlu.
#Hashtag
#GempaSulawesi #HoaksBencana #BMKG #BPBDSulbar #CekFakta #BeritaNasional #PeringatanDini #LiterasiDigital #SEOIndonesia #HardNews






