BIBIT SIKLON MENGINTAI, AWAS GELOMBANG TINGGI DAN HUJAN LEBAT

Fokus, Nasional285 Dilihat

 

Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terbaru terkait penguatan Siklon Tropis GRANT serta kemunculan Bibit Siklon Tropis 96S yang terpantau aktif di wilayah Samudra Hindia, Jumat malam (26/12/2025). Dua sistem cuaca ini dinilai berpotensi memicu gelombang tinggi, angin kencang, dan hujan lebat di sejumlah wilayah Indonesia dalam waktu dekat.

BMKG melaporkan, Siklon Tropis GRANT saat ini berada di Samudra Hindia barat daya Bengkulu. Siklon tersebut mengalami peningkatan intensitas signifikan dalam 24 jam terakhir.

“Kecepatan angin maksimum Siklon Tropis GRANT mencapai 50 knot atau sekitar 95 km per jam, dengan tekanan udara minimum 990 hPa, dan kini telah menguat menjadi kategori 2,” ujar BMKG melalui akun resmi Instagram @infoBMKG, Jumat (26/12/2025).

BMKG menyebut, GRANT bergerak ke arah barat, namun dampak tidak langsungnya tetap berpotensi dirasakan di wilayah Indonesia hingga Sabtu (27/12/2025) pukul 19.00 WIB.

Adapun dampak yang diwaspadai meliputi gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori moderate sea di:

* Perairan barat Bengkulu
* Perairan Lampung
* Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat

Selain GRANT, BMKG juga menyoroti perkembangan Bibit Siklon Tropis 96S yang mulai terdeteksi sejak 24 Desember 2025 pukul 18.00 UTC atau 01.00 WIB.

“Bibit Siklon Tropis 96S memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan,” tulis BMKG.

Meski belum menjadi siklon penuh, BMKG mengingatkan bahwa dampak tidak langsung dari sistem ini dapat memicu hujan sedang hingga lebat, disertai angin kencang dan potensi gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, menilai informasi BMKG harus dijadikan peringatan dini serius oleh pemerintah dan masyarakat.

“Saya melihat laporan BMKG terkait Bibit Siklon 96S ini sebagai early warning yang harus segera direspons, baik melalui mitigasi struktural maupun non-struktural,” kata Syaiful.

Menurutnya, meskipun peluang menjadi siklon penuh dalam 72 jam ke depan masih relatif rendah, dampak ikutan seperti hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi bersifat nyata dan mengancam keselamatan.

Syaiful mendorong pemerintah pusat melalui BNPB, BMKG, serta kementerian dan lembaga terkait untuk memperkuat koordinasi, khususnya dalam kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.

“Pemerintah perlu meningkatkan operasi teknologi modifikasi cuaca di wilayah rawan serta segera melakukan audit infrastruktur kritis, seperti bendungan, tanggul sungai, dan sistem drainase,” tegasnya.

BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, operator pelayaran, dan warga pesisir, untuk terus memantau informasi cuaca terbaru dan menghindari aktivitas di laut apabila kondisi memburuk.

Sumber : RRI

#BMKG
#BreakingNewsCuaca
#SiklonTropisGRANT
#BibitSiklon96S
#GelombangTinggi
#CuacaEkstrem
#PeringatanDini
#IndonesiaSiaga
#BeritaTerkini
#SEOnews