BANJIR BANDANG, GEDUNG MADRASAH HILANG TINGGAL PAGAR

Fokus, Regional572 Dilihat

 

Banjir bandang yang menerjang Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, akhir November 2025, menyisakan luka mendalam. Bangunan Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 05 di Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, dilaporkan hilang total terseret arus deras, menyisakan fondasi pagar depan sepanjang sekitar lima meter.

Peristiwa memilukan itu terjadi pada Rabu (26/11) dini hari, saat banjir bandang melanda kawasan yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Meureudu. Derasnya arus air tak hanya menghapus bangunan sekolah, tetapi juga mengubah lokasi tersebut sepenuhnya menjadi alur sungai baru.

Keuchik Gampong Seunong, Saiful, membenarkan bahwa MIN 05 hanyut tanpa sisa. Selain sekolah, banjir bandang juga merusak parah pemukiman dan fasilitas umum di desa tersebut.

“Satu sekolah hanyut total, selain itu ada 12 rumah warga, dua balai pengajian, dan satu polindes yang juga hilang,” ujar Saiful, Minggu.

Meski kerusakan terbilang masif, Saiful memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga berhasil menyelamatkan diri setelah aparat gampong memberikan peringatan dini saat air mulai naik.

“Alhamdulillah tidak ada korban meninggal. Begitu air datang pertama kali, kami langsung mengimbau warga mengungsi ke tempat aman,” katanya.

Kini, bekas lokasi MIN 05 tak lagi menyerupai kawasan pendidikan. Warga setempat bahkan memberi penanda sederhana di sisa fondasi pagar dengan tulisan, “Di sini titik lokasi MIN 05 Pidie Jaya yang amblas ke sungai,” sebagai pengingat bahwa sekolah itu pernah berdiri.

Dahlan, warga Gampong Geunteng yang juga suami dari Kepala MIN 05 Pidie Jaya, menjelaskan bahwa hilangnya bangunan sekolah terjadi secara bertahap. Pada banjir pertama, air hanya menggerus bagian bawah beberapa ruang kelas.

Namun, bencana susulan datang lebih dahsyat.

“Banjir dini hari Rabu hanya mengikis bagian bawah. Tapi malam berikutnya, Kamis (27/11), air datang lagi dan membawa seluruh bangunan sekolah. Sekarang tinggal fondasi pagar itu saja,” tutur Dahlan.

Hilangnya MIN 05 menjadi simbol betapa dahsyatnya banjir bandang yang melanda Pidie Jaya. Selain kerugian material, peristiwa ini juga menyisakan tantangan besar bagi dunia pendidikan setempat, menyusul lenyapnya sarana belajar bagi anak-anak di Gampong Seunong.

#BanjirBandangAceh #PidieJaya #MIN05 #BencanaAceh #SekolahHanyut #BanjirMeureudu #InfoAceh #DaruratBanjir