SUMBAR TERPAPAR BENCANA! 16 SITE TUMBANG, KEMKOMDIGI TURUN

Fokus, Regional430 Dilihat

 

Bunyi sirene peringatan jaringan kembali memecah malam di Sumatra Barat. Banjir dan longsor yang menggulung beberapa wilayah pada Rabu (26/11/2025) tak hanya merusak rumah dan jalan, tetapi juga menyeret layanan telekomunikasi ke titik rawan. Di tengah situasi yang serba tak pasti itu, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) langsung bergerak cepat.

Lewat Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT), kementerian menggelar pemantauan ketat dan mengaktifkan koordinasi darurat dengan seluruh operator seluler. Fokus utama: memastikan warga di daerah terdampak tetap bisa mengakses layanan komunikasi, terutama untuk kebutuhan darurat.

Dari hasil pengawasan PMT, tercatat 16 site telekomunikasi di Sumatra Barat lumpuh. Jumlahnya terlihat kecil—hanya 0,12 persen dari total 12.865 site—namun titik gangguan tersebar di wilayah yang sedang berjuang menghadapi bencana: Sawahlunto, Pesisir Selatan, Sijunjung, Solok, hingga Solok Selatan.

Telkomsel menjadi operator yang paling merasakan imbas bencana. Alarm jaringan mereka berbunyi pada pukul 21.23 WIB, menandai 16 site yang tak lagi berfungsi atau setara 0,25 persen dari 6.508 site mereka di provinsi tersebut. Site-site yang bermasalah berada di kecamatan yang sedang terisolasi atau mengalami pemadaman listrik panjang, seperti Airpura, Barangin, Gunung Talang, Hiliran Gumanti, Junjung Sirih, Pauh Duo, Sangir Balai Janggo, Sungai Pagu, Tanjung Gadang, hingga Tigo Lurah.

Sementara itu, dua operator lain—Indosat dan XLSmart—melaporkan jaringan mereka masih stabil. Meski demikian, keduanya tetap menurunkan tim lapangan untuk mengantisipasi potensi gangguan susulan akibat kondisi alam yang tidak menentu.

PMT mendeteksi penyebab utama kerusakan jaringan antara lain padamnya listrik PLN, gangguan transmisi, hingga perangkat yang rusak akibat terpaan banjir. Untuk memulihkan layanan, operator mengerahkan genset ke lokasi-lokasi terdampak. Namun, akses menuju beberapa titik masih terkendala lumpur tebal, jalan terputus, dan arus air yang belum sepenuhnya surut.

Selain mengirim genset, petugas teknis juga berlomba dengan waktu untuk menyambungkan ulang kabel fiber optik yang putus, serta mengganti perangkat yang rusak akibat rendaman air. Upaya ini dilakukan secara simultan, menyesuaikan kondisi lapangan yang berubah dari jam ke jam.

Direktorat Pengendalian Infrastruktur Digital Kemkomdigi memastikan proses pemulihan dilakukan tanpa henti. Pengawasan dilakukan bersama Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Kelas II Padang serta pemerintah daerah, dengan satu tujuan: memastikan layanan komunikasi tetap dapat diandalkan masyarakat di saat mereka paling membutuhkannya.

Di tengah situasi krisis, garis komunikasi bukan sekadar jaringan—melainkan nyawa informasi. Dan malam itu, semua pihak bekerja keras memastikan Sumatra Barat tidak kehilangan suaranya.

#SumbarBanjir #TelekomunikasiSumbar #BreakingNews #Kemkomdigi #BencanaAlam #GoogleNewsFriendly #HardNews