JUSUF KALLA AJAK MASJID SERUKAN PERDAMAIAN

Fokus, Nasional109 Dilihat

 

Dalam suasana bangsa yang tengah berdebar menatap situasi sosial politik yang kian panas, seruan damai datang dari sosok yang dikenal tenang dan menyejukkan: Jusuf Kalla. Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu mengajak seluruh pengurus masjid, takmir, dan jamaah untuk menjadi benteng terakhir persatuan bangsa.

“Kita sudah menyerukan sejak minggu lalu, agar masjid-masjid di seluruh Indonesia menyampaikan pesan damai dalam khotbah, ceramah, dan pembinaan jamaah. Jangan ada yang terpancing melakukan hal-hal yang justru memperkeruh keadaan,” ujar JK dalam wawancara dengan KompasTV, Selasa (2/9/2025).

Nada bicaranya lembut, namun tegas. Ia sadar, suara dari mimbar masjid mampu menembus sekat-sekat sosial. Di tengah derasnya arus informasi dan isu yang berpotensi memecah belah, pesan yang keluar dari pengeras suara masjid menjadi penyeimbang: seruan damai dan persatuan.

JK menekankan bahwa setiap warga negara punya hak menyampaikan pendapat. Tapi, ia mengingatkan, kebebasan itu tidak boleh berubah menjadi amarah yang membakar. “Kita boleh berbeda pendapat, tapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan perpecahan. Jangan terprovokasi untuk melakukan tindakan perusakan atau penjarahan,” ujarnya.

Seruan ini menjadi oase di tengah udara yang terasa panas oleh kabar demonstrasi dan gesekan sosial. Di beberapa daerah, tensi mulai terasa naik. Namun, DMI percaya, masjid bukan hanya tempat ibadah—tapi pusat ketenangan batin dan kesejukan sosial.

Pesan JK mengandung makna dalam: ketika negara sedang riuh, yang harus lebih lantang justru suara kedamaian. Bukan dari panggung politik, tapi dari tempat sujud, dari kumandang azan yang memanggil bukan untuk perang, melainkan untuk menyatukan hati.

“Masjid harus hadir sebagai penjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan bangsa,” tegas JK. Ia menyerukan agar para khatib dan penceramah menjadi penabur kesejukan, bukan penyulut bara.

Dalam konteks bangsa yang rawan terbelah oleh opini, langkah DMI bisa menjadi penyangga moral publik. Bahwa spiritualitas bukan sekadar ritual, tapi juga tanggung jawab sosial. Di tangan para takmir dan imam, kata-kata dari mimbar bisa menjadi doa sekaligus peringatan, bisa menjadi pelipur sekaligus penuntun.

Kini, sorotan publik tak hanya tertuju pada ruang politik, tapi juga pada ruang batin masyarakat. Di sanalah Jusuf Kalla menanam pesan utamanya: jaga negeri ini dengan kesejukan hati.

#PersatuanBangsa #JusufKalla #DewanMasjidIndonesia #SeruanDamai #MasjidUntukIndonesia #Nasional #IndonesiaDamai