PERTAMINA GENCARKAN DUAL GROWTH STRATEGY, DUKUNG ASTA CITA

Ekonomi, Fokus, Nasional153 Dilihat

 

PT Pertamina (Persero) menegaskan komitmennya menjalankan dual growth strategy — strategi ganda pertumbuhan bisnis — untuk memperkuat sektor migas sekaligus mempercepat transisi menuju energi bersih. Langkah ini menjadi wujud dukungan nyata terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam pilar kemandirian pangan, energi, dan air.

“Pertamina akan terus beradaptasi dan berinovasi. Kami memaksimalkan bisnis migas yang sudah ada, sekaligus mengembangkan energi rendah karbon. Ini selaras dengan arah kebijakan Presiden Prabowo,” ujar Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, dalam keterangan resmi, Selasa (7/10/2025).

FOKUS HULU DAN HILIR: PRODUKSI NAIK, IMPOR TURUN

Simon menegaskan bahwa pada sektor upstream (hulu), Pertamina terus berupaya meningkatkan produksi minyak dan gas nasional. Berbagai inovasi diterapkan di bawah kendali PT Pertamina Hulu Energi, subholding hulu Pertamina, termasuk optimalisasi teknologi pengeboran dan pemanfaatan data analitik untuk meningkatkan recovery factor di lapangan tua.

Sementara pada bisnis hilir, Pertamina fokus menyelesaikan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang ditargetkan beroperasi November 2025. Proyek strategis nasional ini bakal meningkatkan kapasitas pengolahan minyak sekaligus menghasilkan produk setara standar Euro 5.

“RDMP Balikpapan akan mengurangi ketergantungan impor BBM dan memperkuat ketahanan energi nasional,” tegas Simon.

LANGKAH BERANI MENUJU ENERGI RENDAH KARBON

Di sisi transisi energi, Pertamina mempercepat pengembangan Pertamax Green 95, bahan bakar campuran 5 persen etanol nabati (E5) yang menjadi pionir bahan bakar rendah emisi di Indonesia. Produk ini juga membuka peluang integrasi antara sektor energi dan pertanian, sejalan dengan misi bioenergi berkelanjutan dalam Asta Cita.

Selain itu, Pertamina memperluas investasi di sektor panas bumi (geothermal). Indonesia saat ini menjadi negara dengan kapasitas terpasang panas bumi terbesar kedua di dunia, dan Pertamina berperan penting dalam pengembangannya.

“Transisi energi tidak bisa dilakukan dengan meninggalkan migas begitu saja. Kami berjalan beriringan, memastikan energi terjangkau sambil menyiapkan masa depan hijau,” kata Simon menambahkan.

MENUJU NET ZERO 2060

Pertamina juga mempercepat implementasi carbon capture, utilization, and storage (CCUS) serta proyek dekarbonisasi di berbagai wilayah operasi. Inisiatif ini diharapkan berkontribusi besar terhadap target net zero emission 2060 yang telah dicanangkan pemerintah.

Dengan strategi dual growth ini, Pertamina tidak hanya menjaga keberlanjutan bisnis, tetapi juga menegaskan posisinya sebagai motor utama dalam mencapai kedaulatan energi nasional.

“Kami ingin membangun keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan keberlanjutan lingkungan. Itu arah masa depan Pertamina di era pemerintahan Presiden Prabowo,” tutup Simon.

#Pertamina #PrabowoSubianto #AstaCita #EnergiNasional #TransisiEnergi #NetZeroEmission #SimonMantiri #PertamaxGreen95 #Geothermal #RDMPBalikpapan #KemandirianEnergi #EkonomiHijau #Dekarbonisasi #IndonesiaMaju