NUKLIR MENGINTAI, INDONESIA DESAK DUNIA HENTIKAN MODERNISASI SENJATA PEMUSNAH MASSAL

Fokus, Internasional261 Dilihat

 

Menteri Luar Negeri Sugiono lantang mengingatkan dunia: selagi ribuan hulu ledak nuklir masih tersimpan di gudang-gudang rahasia negara adidaya, umat manusia hidup di ujung tanduk.

Dalam Sidang Tingkat Tinggi memperingati International Day for the Total Elimination of Nuclear Weapons di Markas Besar PBB, Jumat (26/9), Sugiono menuding modernisasi senjata nuklir hanyalah jalan menuju jurang kehancuran. Ia menyebut lebih dari 12 ribu hulu ledak kini dikuasai segelintir negara, sebagian bahkan di luar perjanjian Non-Proliferation Treaty (NPT).

“Kalau dunia ingin selamat, hentikan ekspansi, hentikan modernisasi, dan tunjukkan komitmen politik menuju dunia tanpa nuklir,” tegasnya di hadapan sidang Majelis Umum PBB ke-80.

Indonesia, lanjut Sugiono, mendorong revitalisasi mekanisme perlucutan senjata global. Ia mendesak semua negara segera bergabung dengan Treaty on the Prohibition of Nuclear Weapons (TPNW), perjanjian internasional yang melarang kepemilikan, pengujian, dan ancaman penggunaan bom nuklir.

Ancaman kini tak hanya datang dari misil atau rudal balistik. Sugiono mengingatkan risiko baru: serangan siber, kecerdasan buatan, hingga terorisme. “Risiko itu mustahil dikendalikan. Satu-satunya cara mencegah bencana adalah menghapus total senjata nuklir,” ujarnya.

Ia pun menegaskan Konferensi Peninjauan NPT 2026 harus menjadi momentum bersejarah. “Kalau dunia gagal, artinya kita sedang menggali kubur peradaban sendiri,” katanya.

TPNW yang diadopsi 2017 dan berlaku sejak 2021 kini sudah ditandatangani lebih dari 90 negara dan diratifikasi 70 negara, termasuk Indonesia.

Peran Indonesia bukan baru kali ini. Pada 2013, Jakarta melalui Gerakan Non-Blok (GNB) berhasil melobi agar Majelis Umum PBB menggelar pertemuan tingkat tinggi soal perlucutan nuklir. Setahun kemudian, resolusi “Follow-up to the High-level Meeting on Nuclear Disarmament” disahkan. Sejak itu, tiap tahun PBB memperingati Hari Internasional Penghapusan Total Senjata Nuklir.

Kini, lewat podium PBB, Indonesia kembali mengingatkan: ancaman nuklir bukan sekadar bayang-bayang Perang Dingin, tapi bom waktu yang bisa meledak kapan saja. Dunia, kata Sugiono, hanya punya satu pilihan: membuang senjata pemusnah massal itu sebelum terlambat.