KKB MENGGANAS DI YAHUKIMO, LIMA WARGA TEWAS, EVAKUASI TERHAMBAT HUJAN

Fokus, Hukum111 Dilihat

 

Papua kembali berdarah. Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Elkius Kobak menebar teror di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo. Dalam dua serangan beruntun, Minggu (20/9) malam hingga Senin (21/9) pagi, lima warga sipil yang bekerja sebagai penambang ditemukan tewas dengan luka akibat panah dan senjata api.

Keterangan saksi menyebut, dua pekerja pertama kali ditemukan tak bernyawa di Jalan Poros Kampung Bingki. Malam itu, sebagian penambang sebenarnya berniat kabur ke Dekai, tapi rencana buyar karena cuaca buruk. Pagi harinya, maut kembali datang. KKB menyergap Camp Kali Kulum, melepaskan panah dan tembakan membabi buta. Tiga orang tewas seketika, memicu kepanikan besar di lokasi tambang.

Brigjen Pol Faizal Ramadhani, Kepala Satgas Ops Damai Cartenz, membenarkan laporan adanya lima korban jiwa. Namun tim gabungan belum bisa masuk ke lokasi. “Kemarin kami sudah coba, tapi kontak tembak pecah di perjalanan. Hari ini hujan deras memperparah keadaan. Sungai yang harus diseberangi arusnya tak terkendali,” ujarnya.

Evakuasi jenazah pun tertunda. Tim masih menunggu situasi kondusif sebelum bisa memastikan identitas korban. “Data lengkap baru bisa dipastikan setelah evakuasi,” tambah Faizal.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Adarma Sinaga, menegaskan patroli dan pengamanan diperketat. Tujuannya, memulihkan rasa aman masyarakat dan mencegah jatuhnya korban baru. Aparat juga meminta warga tetap waspada, tidak panik, dan segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan.

Situasi di Yahukimo masih mencekam. Antara cuaca buruk, sulitnya medan, dan ancaman kontak senjata, aparat menghadapi tantangan besar. Sementara keluarga korban hanya bisa menunggu kabar, berharap jenazah segera bisa dipulangkan.