TOPAN RAGASA MENGANCAM, KJRI HONG KONG SIAGA PENUH

Fokus, Internasional157 Dilihat

Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mengingatkan ribuan warga Indonesia di Hong Kong dan Makau untuk bersiap menghadapi hantaman Topan Super Ragasa. Badan cuaca setempat, Hong Kong Observatory, memprediksi badai raksasa itu akan melintasi wilayah selatan Tiongkok pada 23–25 September 2025.

Imbauan ini disampaikan lewat siaran pers resmi, Senin (22/9). KJRI meminta warga tidak mengabaikan peringatan darurat dan selalu mengikuti informasi terkini dari otoritas setempat. “Situasi bisa berubah cepat. Patuhi protokol keselamatan yang berlaku,” tulis KJRI.

Sesuai aturan Pemerintah Hong Kong, begitu sinyal peringatan T8—kode khusus untuk angin topan besar—dinyalakan, semua layanan publik otomatis berhenti. Termasuk pelayanan paspor maupun administrasi lain di kantor KJRI. Artinya, aktivitas akan lumpuh hingga badai reda.

T8 sendiri adalah kode paling ditakuti warga Hong Kong. Begitu diumumkan, angin kencang dipastikan menerjang, dengan risiko banjir hingga longsor. Masyarakat biasanya menutup toko, berhenti bekerja, dan memilih bertahan di rumah atau pusat evakuasi.

KJRI menegaskan layanan mereka baru akan dibuka kembali dua jam setelah status T8 dicabut. Untuk pemohon paspor yang terpaksa batal hadir, kode booking akan tetap berlaku hingga tujuh hari kerja ke depan.

Selain itu, KJRI menyebut pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dengan otoritas lokal. Langkah mitigasi disiapkan agar warga Indonesia yang bekerja maupun tinggal di Hong Kong–Makau tidak terjebak dalam situasi berbahaya.

“Keselamatan harus jadi prioritas,” tegas pernyataan itu.

Jika terjadi keadaan darurat, warga diminta segera menghubungi nomor penting: layanan darurat Hong Kong dan Makau di 999, hotline KJRI di +852 5242 2240, atau panic button KJRI di +852 6773 0466.

Topan Ragasa disebut sebagai salah satu badai terkuat dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan rendahnya memicu potensi gelombang tinggi dan kerusakan serius di jalur lintasannya. Hong Kong sendiri sudah bersiap menutup sekolah, transportasi publik, hingga layanan feri antar pulau jika sinyal peringatan tertinggi diumumkan.

Kini, perhatian pemerintah Indonesia tertuju pada puluhan ribu pekerja migran asal Tanah Air di Hong Kong dan Makau. Mereka adalah kelompok paling rentan ketika badai datang, karena banyak tinggal di apartemen sewaan kecil atau kawasan padat penduduk.

KJRI kembali menekankan: jangan remehkan peringatan cuaca. Ikuti informasi resmi dari Hong Kong Observatory lewat situs hko.gov.hk
. Badai Ragasa sedang menuju, dan tidak ada ruang untuk abai.