Hambalang kembali jadi panggung keputusan penting negara. Kamis (18/9), Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan jajaran menteri ekonomi dan instansi terkait dalam rapat terbatas yang berlangsung jauh dari hiruk-pikuk Jakarta. Agenda rapat itu: pertanian, energi, dan infrastruktur—tiga isu yang menjadi denyut utama perekonomian nasional.
Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pembahasan dilakukan dengan pendekatan komprehensif. Dari pangan rakyat kecil hingga proyek raksasa di pesisir utara Jawa, semua disorot Presiden.
Singkong dan Tapioka Jadi Sorotan
Di sektor pertanian, Prabowo meminta langkah konkret atas carut-marut komoditas ubi kayu, singkong, dan tapioka. Persoalan klasik soal harga, distribusi, hingga industri hilir akan ditangani dengan melibatkan pemerintah daerah dan pelaku industri. Tujuannya jelas: memastikan petani tidak lagi berada di posisi paling lemah.
Energi Pedesaan Berbasis Surya
Isu energi tak kalah penting. Presiden menaruh perhatian pada impor etanol, pemanfaatan molase, hingga program listrik pedesaan. Instruksi khusus dilayangkan: Danantara diminta menyiapkan prototipe pembangkit listrik tenaga surya skala desa, yang ditargetkan siap uji dalam 3–5 bulan ke depan. Ini menjadi sinyal kuat dorongan pemerintah terhadap inovasi energi bersih dan kemandirian energi di desa-desa.
Benteng Raksasa di Pantura
Bahasan infrastruktur juga tak main-main. Prabowo menekankan rencana pembangunan giant sea wall di pantai utara Jawa—sebuah proyek ambisius yang akan melindungi hampir 50 juta jiwa dari ancaman banjir rob dan dampak perubahan iklim. Pendanaan dan rencana teknis dibahas mendalam, menandai keseriusan pemerintah memperkuat ketahanan pesisir sekaligus mengamankan kawasan ekonomi vital nasional.
Dari singkong, listrik pedesaan, hingga tembok laut raksasa, rapat di Hambalang mencerminkan gaya kepemimpinan Prabowo yang langsung menusuk ke akar persoalan. Pesan yang ingin ditegaskan jelas: pemerintah tak ingin menunda masalah, apalagi yang menyangkut perut rakyat, energi masa depan, dan benteng pertahanan iklim.






