Suasana Istana Negara mendadak riuh sore itu. Dalam seremoni yang berlangsung singkat namun penuh makna, Prabowo melantik Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, serta menunjuk Erick Thohir memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Pelantikan ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah reshuffle ketiga Kabinet Merah Putih yang semakin menegaskan arah politik Prabowo di tahun pertamanya sebagai presiden. Di hadapan para menteri, pejabat tinggi, dan tamu undangan, Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan. Satu per satu pejabat baru itu menirukan kalimat sakral: setia pada UUD 1945, menjunjung etika jabatan, dan bekerja sebaik-baiknya untuk bangsa.
Tak berhenti di Djamari dan Erick. Prabowo juga mengangkat sejumlah wajah baru di jajaran wakil menteri dan lembaga negara. Afriansyah Noor dipercaya sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Rohmat Marzuki sebagai Wakil Menteri Kehutanan, Farida Farichah di kursi Wakil Menteri Koperasi, sementara Angga Raka Prabowo ditunjuk sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI.
Di lingkar Istana, nama-nama lain turut masuk barisan strategis. Mohammad Qodari menduduki kursi Kepala Staf Kepresidenan. Mantan Kapolda Jabar, Ahmad Dofiri, kini menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Keamanan dan Reformasi Kepolisian. Dari sektor kesehatan publik, Nanik Sudaryati Deyang dan Sony Sanjaya dilantik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Sarah Sadiqa mendapat mandat penting memimpin Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Prabowo menyalami satu per satu pejabat yang baru saja ia angkat. Senyumnya tipis, gesturnya tegas. Prosesi berlangsung sekitar pukul tiga sore, diakhiri dengan penandatanganan berita acara. Di sekelilingnya, para menteri Kabinet Merah Putih ikut memberi ucapan selamat.
Langkah reshuffle kali ini dipayungi sederet Keputusan Presiden. Dari Keppres Nomor 96P Tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri serta wakil menteri, Keppres Nomor 97B Tahun 2025 mengenai pergantian di lingkup Staf Kepresidenan dan badan-badan negara, hingga Keppres Nomor 152 TPA yang mengatur jabatan pimpinan tinggi di LKPP. Semua diteken pada awal September, dan baru diumumkan resmi lewat pelantikan hari ini.
Bagi publik, reshuffle ini memberi sinyal bahwa Prabowo tengah merapikan barisan, memastikan kementerian strategis diisi figur yang bisa memperkuat stabilitas politik dan akselerasi program pemerintah. Djamari, dengan latar panjang di militer, diharapkan menjadi penopang kokoh koordinasi keamanan. Erick Thohir kembali ke kursi menteri, kali ini fokus pada sektor pemuda dan olahraga, dengan catatan rekam jejaknya di BUMN.
Istana menyebut perombakan kabinet sebagai langkah untuk mempercepat kerja pemerintah. Namun di balik itu, spekulasi politik tetap bergulir: ada yang membaca ini sebagai konsolidasi loyalis, ada pula yang menilai sebagai akomodasi kepentingan partai pendukung.
Yang jelas, sore itu di Istana, Presiden Prabowo menutup prosesi dengan kalimat sederhana namun sarat arti: bekerja dengan penuh tanggung jawab. Kalimat yang seakan mengikat seluruh pejabat barunya dalam janji setia pada bangsa.






