MENLU SUGIONO: TAK ADA DAMAI TANPA PALESTINA MERDEKA

Fokus, Internasional267 Dilihat

Doha jadi panggung diplomasi panas. Dalam Konferensi Tingkat Tinggi Darurat Arab–Islam, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono lantang menegaskan sikap Jakarta: perdamaian abadi mustahil tercapai jika Palestina tidak merdeka.

“Tidak akan ada perdamaian abadi tanpa solusi dua negara. Jalan menuju perdamaian hanya satu, yakni terwujudnya negara Palestina merdeka dan berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota,” ujar Sugiono, mewakili Presiden Prabowo Subianto, Senin malam waktu Doha.

Kehadiran Sugiono di forum darurat itu melanjutkan safari diplomasi Presiden Prabowo ke Qatar dan Uni Emirat Arab pekan lalu. Pesannya konsisten: Indonesia berdiri tegak mendukung rakyat Palestina, sekaligus memperkuat solidaritas internasional demi menjaga stabilitas kawasan.

Sugiono kembali mengingatkan, Indonesia tidak akan goyah. “Kita akan terus berdiri bahu-membahu dengan Qatar, dengan Palestina, dan dengan semua bangsa yang menjunjung hukum internasional dan kemanusiaan,” katanya.

KTT yang dipimpin langsung Amir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al-Thani, dihadiri 22 kepala negara dan pemerintahan anggota OKI dan Liga Arab. Dari Presiden Turki, Presiden Palestina, Presiden Iran, Perdana Menteri Arab Saudi, hingga Perdana Menteri Malaysia, semua menyatukan suara.

Hasilnya: sebuah komunike bersama yang keras. Dokumen itu mengutuk serangan Israel ke Doha, menyebutnya pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Di saat yang sama, dunia Arab–Islam menegaskan solidaritas kepada Qatar, serta mendukung langkah mediasi yang dijalankan Qatar, Mesir, dan Amerika Serikat.

Tak berhenti di situ, komunike itu menegaskan kembali komitmen kolektif untuk terus mendorong Solusi Dua Negara, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina.

Suara Sugiono di Doha melengkapi sikap Indonesia yang sejak awal konsisten membela Palestina di forum-forum internasional. Pesan yang sederhana, tapi keras: tak ada damai tanpa Palestina merdeka.