MALAM MENCEKAM, PULUHAN RUMAH HANYUT DI LAMPUNG

Fokus, Hukum, Regional107 Dilihat

Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Suoh, Lampung Barat, sejak Rabu sore (10/9/2025) berubah jadi petaka. Sungai Way Haru meluap, membawa lumpur, batang kayu, dan material longsoran. Dalam sekejap, Dusun Gunung Sari di Pekon Banding Agung porak-poranda.

Lima rumah hilang terseret arus, 80 lainnya rusak parah. Puluhan sepeda motor terendam, satu mobil Avanza ringsek tertimpa pohon. Kerugian sementara diperkirakan menembus setengah miliar rupiah.

Malam itu, suasana mencekam. Gelap gulita tak menyurutkan langkah aparat gabungan—Polsek Bandar Negeri Suoh, BPBD, Babinsa, hingga perangkat kecamatan—yang bahu-membahu bersama warga mengevakuasi korban. Mereka menembus derasnya arus demi menyelamatkan nyawa.

“Begitu laporan masuk, tim langsung kami terjunkan. Prioritas utama: keselamatan warga,” ujar Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun.

Beruntung, tak ada korban jiwa. Namun, luka batin masih terasa. Banyak warga hanya bisa pasrah melihat rumah dan harta benda hanyut terbawa banjir.

Hingga Kamis dini hari, air mulai surut. Warga yang terdampak dipindahkan ke lokasi aman. Meski begitu, ancaman belum usai. Debit Sungai Way Semangka meningkat, membuat Pekon Tugu Ratu dan Banding Agung ditetapkan berstatus siaga.

“Kami imbau masyarakat tetap waspada. Jangan pulang ke rumah jika kondisi belum benar-benar aman. Fokus kami sekarang adalah keselamatan warga,” tegas Yuyun.

Selain evakuasi, polisi bersama pemerintah daerah menyalurkan bantuan darurat. Dapur umum didirikan, dan logistik mulai digelontorkan. “Kami mengajak seluruh pihak bergandengan tangan. Pemulihan pasca-bencana tak bisa dilakukan sendiri,” tambah Yuyun.

Hingga kini, aparat masih siaga di lokasi, memantau kondisi alam yang belum stabil. Sementara itu, warga hanya bisa berharap langit segera mereda, agar Sungai Way Haru tak lagi mengamuk.