DENDAM UANG SEWA MOBIL, SATU KELUARGA DI INDRAMAYU DIBUNUH DAN DIKUBUR DALAM SATU LIANG

Fokus, Hukum136 Dilihat

Warga Jalan Siliwangi Nomor 52, Kelurahan Paoman, masih terkejut dengan tragedi yang menyisakan horor. Lima anggota keluarga ditemukan terkubur dalam satu liang di halaman rumah, Senin (1/9/2025). Polisi akhirnya mengungkap motif pembunuhan sadis ini: dendam akibat uang sewa mobil.

Dua pelaku, R (35) dan P (29), warga Desa Terusan, Kecamatan Sindang, ditangkap setelah sempat melarikan diri hingga Surabaya. R, sang otak pembunuhan, menyimpan kesal pada Budi Awaludin (45), kepala keluarga yang menjadi korban.

“Motif bermula dari rasa dendam karena uang Rp750 ribu yang digunakan menyewa mobil Avanza tak dikembalikan. Saat hendak dipakai, mobil itu mogok,” kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan, Selasa (9/9/2025).

Kemarahan itu memuncak pada Kamis malam, 28 Agustus. R mengajak P, dengan iming-iming uang, mendatangi rumah korban. Membawa pipa besi, mereka masuk sekitar pukul 23.00 WIB. R menghantam kepala Budi, lalu menghabisi anggota keluarga lain. P bahkan menenggelamkan bayi berusia delapan bulan ke bak mandi.

Dalam satu malam, lima nyawa melayang: Budi, istrinya Euis Juwita (43), anak mereka RK (7), bayi B (8 bulan), serta ayah Budi, Sahroni (76). Seluruh jasad dimasukkan ke lubang sedalam empat meter di belakang rumah.

“Setelah itu pelaku sempat mengepel lantai untuk menghapus jejak darah, lalu membawa kabur uang, dua mobil, dan perhiasan,” ujar Kapolres Indramayu AKBP Fajar Gemilang.

Keberadaan mayat pertama kali tercium Ema (55), kerabat korban, yang curiga lantaran keluarga tak bisa dihubungi berhari-hari. “Dari belakang rumah tercium bau busuk. Waktu dicek, terlihat kaki manusia keluar dari tanah. Itu jasad Haji Sahroni,” tuturnya dengan suara bergetar.

Polisi bergerak cepat. Pipa besi yang dipakai membunuh ditemukan dibuang ke Sungai Cimanuk. Kedua pelaku ditangkap saat hendak kabur menjadi anak buah kapal di Surabaya. R diketahui residivis. “Kami masih mendalami apakah ada pelaku lain di balik kasus ini,” kata Fajar.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam bagi warga Indramayu. Dari dendam recehan, satu keluarga lenyap dengan cara paling kejam.