JUSUF KALLA : MASJID BUKAN SEKADAR TEMPAT IBADAH TAPI PUSAT PERADABAN UMAT

Fokus, Nasional391 Dilihat

SURABAYA – Ketua Umum Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) M Jusuf Kalla menegaskan masjid memiliki peran strategis jauh lebih luas dibanding fungsi ritual. Menurutnya, rumah ibadah umat Islam itu harus menjadi pusat peradaban yang hidup dan berdampak nyata bagi kemajuan masyarakat.

“Masjid jangan hanya dipahami sebagai tempat salat, tetapi harus menjadi pusat persatuan, dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Rasulullah SAW sendiri berdagang sejak muda, dakwah selalu erat kaitannya dengan kemajuan muamalah,” ujar Jusuf Kalla dalam pelantikan Pengurus Wilayah DMI Jawa Timur periode 2025–2030 di Surabaya, Sabtu (6/9).

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu menekankan kepengurusan DMI di daerah memiliki beban tanggung jawab besar untuk mengorkestrasi fungsi masjid agar benar-benar mampu memberi manfaat sosial dan ekonomi. Ia menilai zakat dan haji yang termasuk rukun Islam pun berkaitan erat dengan kekuatan finansial, sehingga misi memakmurkan masjid tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan umat.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, mantan Gubernur Imam Utomo, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, perwakilan NU, Muhammadiyah, Kementerian Agama, serta sejumlah ulama seperti KH Dr Asep Saifuddin Halim dan Prof KH Abdul Hakim Subchan.

Emil Dardak dalam sambutannya menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendukung gerakan DMI dalam memakmurkan masjid. “Mungkin nilainya kecil, tapi keberkahannya besar. Masjid adalah amal jariyah lintas generasi yang menjadi pusat peradaban,” katanya. Data Pemprov Jatim mencatat saat ini terdapat lebih dari 53.500 masjid di wilayah tersebut, dengan sekitar 80 ribu imam sudah menerima tunjangan kehormatan sejak 2019.

Sementara itu, Ketua PW DMI Jatim Dr KH Sudjak menegaskan kepengurusan periode baru ini tidak boleh berhenti pada formalitas pelantikan. “Ini amanah besar sekaligus mulia, bukan sekadar memakmurkan masjid dalam arti biasa, tapi menjadikannya pusat kemaslahatan umat,” tuturnya.

Pengurus Wilayah DMI Jatim yang baru dilantik akan menggerakkan 12 departemen dengan tiga program prioritas. Program tersebut mencakup Uang Kehormatan Imam Masjid (UKIM), penyelenggaraan Masjid Award, serta Halal Center DMI yang fokus mendukung sertifikasi halal di Jawa Timur.

Rangkaian acara ditutup dengan tausiyah ulama internasional As-Syeikh Prof Muhammad Fadhil Al-Jailani, cicit dari Syaikh Abdul Qadir Jaelani. Dalam kesempatan itu ia memperkenalkan Kitab Nahrul Qadiriyah, hasil penelitian selama puluhan tahun atas karya leluhurnya yang menjadi rujukan penting dalam tradisi tasawuf dunia.

SUMBER: ANTARA