PURBAYA YUDHI SADEWA RESMI GANTIKAN SRI MULYANI

Ekonomi, Fokus, Nasional115 Dilihat

Jakarta kembali jadi panggung politik sore itu, Senin (8/9/2025). Di Istana Negara, suasana hening berubah penuh sorot perhatian ketika Presiden mengambil sumpah seorang menteri baru: Purbaya Yudhi Sadewa, ekonom yang selama ini dikenal lebih banyak bekerja di balik layar, kini resmi memegang kendali kas negara.

Prosesi berlangsung singkat, tapi pesannya jelas: Indonesia sedang memasuki babak baru dalam pengelolaan fiskal. Para pejabat tinggi negara, dari jajaran menteri kabinet hingga tokoh ekonomi, menyaksikan langsung momen itu. Di luar istana, pertanyaan besar sudah bergulir: apa yang akan dilakukan Purbaya setelah menggantikan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Keuangan legendaris yang duduk di kursi itu hampir 13 tahun?

Purbaya bukan nama asing di lingkaran kebijakan. Sebelum melangkah ke posisi barunya, ia menjabat Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 2020. Di sana, ia dikenal sebagai figur yang menjaga tenang sistem keuangan ketika badai pandemi mengguncang perbankan. “Latar belakang teknik dan ekonominya membuat Purbaya punya cara pandang berbeda dalam membaca masalah,” ujar seorang pejabat senior keuangan yang enggan disebutkan namanya.

Lahir di Bogor, 7 Juli 1964, Purbaya sempat menekuni dunia teknik elektro di Institut Teknologi Bandung (ITB). Namun jalan hidup membawanya ke ranah ekonomi, hingga meraih gelar doktor di Purdue University, Amerika Serikat. Perpaduan disiplin ilmu itulah yang membuatnya sering disebut sebagai “insinyur yang bisa berhitung fiskal”.

Karier panjangnya berkelindan antara dunia swasta dan pemerintahan. Pernah menjadi Field Engineer di Schlumberger, lalu Chief Economist Danareksa Research Institute, hingga Direktur Utama PT Danareksa Securities. Ia juga kerap dipercaya sebagai staf khusus di berbagai kementerian, dari Menko Perekonomian sampai Kemenko Kemaritiman. Rekam jejaknya menunjukkan satu benang merah: ia adalah sosok yang selalu dipanggil ketika negara butuh analisis tajam dan kalkulasi tenang.

Kini, tantangan di depan mata jelas tidak ringan. Dunia tengah diguncang gejolak harga energi, pelemahan mata uang, dan ketidakpastian geopolitik. Semua itu menuntut tangan dingin Menteri Keuangan baru dalam menjaga defisit, mengatur utang, sekaligus memastikan pertumbuhan tidak tersendat. Harapan publik tak main-main: Purbaya harus membuktikan bahwa ia mampu menjaga warisan Sri Mulyani sekaligus menawarkan warna baru dalam strategi fiskal.

Sri Mulyani sendiri meninggalkan kursi itu dengan catatan panjang. Ia tercatat menjabat pada dua periode, 2005–2010 dan 2016–2025. Selama masa kepemimpinannya, ia menjadi simbol disiplin fiskal dan kredibilitas ekonomi Indonesia di mata dunia. Kini, tongkat estafet itu telah berpindah tangan.

Sore itu, usai mengucap sumpah, Purbaya hanya menunduk sebentar lalu menyalami Presiden. Tak ada pidato panjang, hanya isyarat tubuh yang menunjukkan kesadaran akan beratnya amanah. “Kebijakan fiskal adalah tulang punggung kedaulatan ekonomi kita,” ucapnya singkat.

Indonesia kini menunggu langkah-langkah konkret dari sang menteri baru. Apakah ia akan meneruskan jejak pendahulunya yang keras menjaga defisit, atau memilih jalur berbeda dengan memperluas ruang fiskal untuk pembangunan? Waktu yang akan menjawab.

Satu hal pasti: dari sore itu, nama Purbaya Yudhi Sadewa resmi tercatat dalam sejarah sebagai pemegang kendali keuangan republik.