FAMM DESAK FADLI ZON MINTA MAAF ATAS PENYANGKALAN KEKERASAN SEKSUAL MEI 1998

Fokus, Nasional804 Dilihat

Forum Aktivis Perempuan Muda (FAMM) menyerukan Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk secara terbuka meminta maaf atas pernyataannya yang menyangkal terjadinya kekerasan seksual terhadap perempuan Tionghoa-Indonesia pada kerusuhan Mei 1998.

“Sebagai penyintas, pernyataan Fadli Zon justru menambah luka kami. Ini menunjukkan negara masih abai terhadap pelanggaran HAM masa lalu,” ujar perwakilan FAMM, Tuba Falopi, dalam keterangan pers, Sabtu (14/6/2025), seperti dikutip dari antaranews.com.

Tuba menilai Fadli, meski dikenal sebagai sejarawan, justru meremehkan fakta sejarah yang pahit.

“Negara gagal melindungi, sekarang malah menutup mata,” tambahnya.

Diyah Wara Restiyati dari Perhimpunan Pemuda Tionghoa Indonesia juga mengkritik keras pernyataan Fadli yang menyebut kekerasan seksual hanya rumor. Ia menegaskan hal itu sangat melukai para penyintas.

“Komentarnya menghapus trauma kami dan memperlihatkan bagaimana negara berusaha lepas dari tanggung jawab,” tegas Diyah.

Para aktivis mendesak pemerintah mengakui tragedi tersebut secara resmi serta mendukung para penyintas melalui pengakuan sejarah dan mekanisme keadilan yang nyata.