ADAM DANIEL, SANG JEMBATAN ANTARA KRIPTO, FOREX, DAN REGULASI NASIONAL

Ekonomi, Fokus973 Dilihat

Di tengah geliat pasar aset digital dan perdagangan valas yang kian dinamis, satu suara menyeruak dengan nada tegas namun visioner: Indonesia butuh regulasi yang jelas, kokoh, dan adaptif. Itulah pesan utama dari Dr. Adam Daniel, S.H., M.Si., praktisi pialang berjangka dan ahli hukum korporat yang kini menjelma menjadi sosok kunci dalam membentuk masa depan industri keuangan digital Tanah Air.

“Ekosistem industri kripto dan forex harus dibangun dan tumbuh bersama — regulator, pelaku usaha, dan masyarakat — dengan visi yang sama: menciptakan sistem keuangan yang modern, inklusif, dan aman,” ujar Adam dalam perbincangan bersama InfoPublik, Selasa (3/6/2025).

16 TAHUN DI MEDAN NYATA, BUKAN SEKADAR TEORI

Lulusan doktoral bidang hukum korporat dari Universitas Pelita Harapan ini bukan hanya paham regulasi dari balik meja kuliah. Dengan pengalaman lebih dari 16 tahun di industri investasi dan perdagangan, Adam telah menjajal berbagai peran strategis dalam perusahaan-perusahaan pialang besar. Ia menjadi saksi sekaligus pelaku transformasi industri — dari masa pra-kripto hingga era blockchain dan digitalisasi penuh.

Pada 2022, namanya menjadi sorotan setelah berperan penting dalam akuisisi perusahaan pialang ternama oleh konglomerasi bisnis nasional. Ia juga aktif mengawal wacana perizinan dan penguatan tata kelola perdagangan aset kripto bersama BAPPEBTI, Bursa, dan Lembaga Kliring.

MENGUBAH HUKUM MENJADI ASET STRATEGIS

Berbeda dari pendekatan konvensional yang menganggap hukum sebagai rintangan, Adam justru melihatnya sebagai jembatan kemajuan. Baginya, hukum bukan sekadar aturan, melainkan fondasi kepercayaan publik dan daya tarik utama bagi investor asing maupun lokal.

“Kejelasan hukum adalah magnet investasi. Tanpa itu, aset digital hanya akan menjadi spekulasi liar tanpa arah,” tegasnya.

Konsultasi hukum yang ia tawarkan pun tak sekadar menyelesaikan sengketa, melainkan juga membantu pembentukan tata kelola yang sehat — mulai dari restrukturisasi manajemen, pembukaan cabang, hingga perlindungan konsumen.

PRAKTISI, AKADEMISI, EDUKATOR

Tak hanya bergelut di dunia praktik, Adam juga mengajar di salah satu perguruan tinggi swasta. Di sana, ia menanamkan nilai-nilai penting soal etika digital, tanggung jawab hukum, dan pentingnya literasi aset kepada generasi muda.

“Edukasi hukum bukan hanya tugas negara. Ini adalah tanggung jawab bersama. Regulator tak bisa bekerja sendiri. Praktisi dan akademisi harus ikut turun tangan,” ujarnya.

MEMBANGUN MASA DEPAN DENGAN VISI JELAS

Kini, Adam tengah menyusun sejumlah rekomendasi dan white paper sebagai masukan konkret untuk pemerintah dan lembaga pengatur. Fokusnya mencakup tiga hal: penyempurnaan kerangka hukum aset digital, perlindungan konsumen, dan integrasi regulasi antara dunia kripto dan forex.

Baginya, memperkuat fondasi hukum berarti mempercepat pertumbuhan industri, bukan menghambatnya. “Hukum yang kuat itu seperti pagar rumah. Ia melindungi, bukan membatasi.”

ADAM DANIEL: BUKTI HIDUP BAHWA HUKUM BISA MENJADI LOKOMOTIF INOVASI

Dalam dunia yang bergerak cepat, di mana teknologi kerap mendahului peraturan, kehadiran tokoh seperti Adam Daniel sangat krusial. Ia bukan sekadar pengacara, bukan pula sekadar pialang — tapi penyambung antara dua dunia: hukum dan inovasi. Dan dalam sambungannya itu, ia membawa satu hal yang paling langka di industri ini: kejelasan.

“Tanpa hukum yang sehat, kita hanya membangun istana di atas pasir,” pungkasnya.