CUACA MAKKAH MEMBAHANA, ISPA MENGINTAI JEMAAH HAJI

Fokus, Nasional893 Dilihat

Panas menyengat dan lautan manusia di Tanah Suci mulai memberi dampak pada kesehatan jemaah haji Indonesia. Hingga Senin (19/5/2025), hampir 8.000 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) tercatat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah dan Madinah—menjadikan ISPA sebagai keluhan terbanyak musim haji tahun ini.

Tingginya angka ini diungkap Kepala Bidang Kesehatan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, dr. Mohammad Imran. Menurutnya, tiga faktor utama menjadi pemicu lonjakan kasus: padatnya jemaah di kawasan ibadah seperti Thawaf dan Sa’i, kerumunan di terminal bus, serta cuaca ekstrem yang menggigit hingga 46 derajat Celcius.

“Situasi ini jadi ladang subur penularan ISPA,” ujar Imran dalam konferensi pers.

Hingga saat ini, lebih dari 115 ribu jemaah haji asal Indonesia telah tiba di Makkah, dan 80 persen dari mereka masuk kategori risiko tinggi. Mayoritas adalah lanjut usia dan penderita penyakit penyerta seperti diabetes, hipertensi, hingga gangguan paru kronis.

Imran menegaskan, ISPA yang tidak cepat ditangani bisa berkembang menjadi pneumonia, infeksi berat yang tak hanya memicu perawatan intensif, tetapi juga berisiko mengancam nyawa. Dalam kasus tertentu, pneumonia dapat memicu sepsis, kondisi ketika tubuh memberikan respons ekstrem terhadap infeksi, dan itu bisa merusak organ vital seperti paru-paru dan ginjal.

Kementerian Kesehatan RI kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga diri dengan menggunakan masker, banyak minum air, dan menghindari paparan langsung cuaca ekstrem, terutama bagi mereka yang sudah memiliki penyakit bawaan.

Situasi masih dipantau ketat. Tapi satu hal pasti: ibadah yang khusyuk hanya bisa terwujud bila tubuh tetap sehat.

SUMBER: RRI