BANJIR BANDANG TERJANG PEGUNUNGAN ARFAK, 1 TEWAS, 19 ORANG HILANG

Fokus, Regional918 Dilihat

Malam pekat di Kampung Jim, Pegunungan Arfak, tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Luapan air dari hulu menerjang deras, menggulung tenda-tenda para pencari emas tradisional yang tengah beristirahat. Dalam hitungan menit, bencana datang tanpa ampun.

Hujan deras sejak siang hingga malam, Kamis (15/5/2025), memicu banjir bandang dan tanah longsor pada Jumat malam (16/5). Hantaman air terjadi sekitar pukul 21.00 WIT. Satu orang meninggal dunia, 19 lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban meninggal atas nama Harun Meidodga (22), sementara empat warga lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah Fretswan Unas (33), Juandi Takaliumang (22), Yeskiel Takaliumang (34), dan Karunyak Takaliumang (44). Seluruh korban luka sempat mendapat perawatan darurat dari warga setempat.

“Tempat tinggal sementara para penambang emas tradisional hanyut. Tenda dan perlengkapan mereka tidak tersisa,” ujar Abdul Muhari, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Senin (19/5/2025).

Sayangnya, informasi soal bencana ini baru sampai ke Basarnas Manokwari pada Sabtu (17/5) petang. Tim evakuasi pun baru bisa menjangkau lokasi di Kampung Jim pada dini hari Minggu (18/5).

Hingga saat ini, belum ditemukan kerusakan fisik pada infrastruktur permukiman. Tidak ada warga yang mengungsi, tetapi proses pencarian korban hilang masih terus berlangsung.

BNPB dan BPBD Kabupaten Pegunungan Arfak kini tengah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Papua Barat untuk mempercepat proses evakuasi, sambil memantau potensi bencana susulan. Pegunungan yang basah dan tanah yang labil masih menyimpan ancaman.

SUMBER: RRI