1,1 JUTA KENDARAAN KEMBALI KE JAKARTA

Fokus, Nasional79 Dilihat

Arus balik Lebaran 2025 terpantau berjalan lancar hingga H+5 Lebaran. Data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan sebanyak 1,1 juta kendaraan pemudik telah kembali ke Jakarta, dari total sekitar 2,2 juta kendaraan yang tercatat meninggalkan Ibu Kota saat arus mudik.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan hal tersebut saat meninjau kondisi lalu lintas di Gerbang Tol Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (6/4/2025). “Ini berarti sekitar 50 persen pemudik sudah kembali,” ujarnya. Ia memperkirakan sisa kendaraan pemudik, sekitar 1,1 juta unit, masih akan kembali dalam beberapa hari ke depan.

Menurut Dudy, arus balik kali ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu kunci keberhasilan tersebut adalah penerapan sistem manajemen lalu lintas yang lebih adaptif dan kolaboratif antara pemerintah pusat, daerah, dan aparat kepolisian. “Koordinasi antarlembaga tahun ini jauh lebih baik. Kami lebih siap menghadapi dinamika di lapangan,” tambahnya.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho, juga memastikan situasi arus balik H+5 Lebaran 2025 sangat kondusif. Menurutnya, strategi rekayasa lalu lintas seperti sistem one way, contraflow, dan pembatasan kendaraan berat terbukti efektif mencairkan kepadatan di jalur tol dan arteri utama.

“Kami laporkan kepada Bapak Menteri bahwa kondisi lalu lintas hingga hari ini cukup terkendali,” ujar Agus. Ia menyebut arus balik sebenarnya sudah mulai terasa sejak Sabtu (5/4/2025), dengan lonjakan kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta.

Guna mengantisipasi kepadatan, one way nasional diberlakukan mulai dari KM 414 Gerbang Tol Kalikangkung, Semarang, hingga ke arah Jakarta. Selain itu, one way lokal di sejumlah ruas tol Jawa Tengah juga diterapkan secara situasional begitu terjadi peningkatan volume kendaraan. “One way lokal diberlakukan setelah muncul bangkitan arus dari Dirlantas Jawa Tengah,” jelas Agus.

Berdasarkan pantauan CCTV Kementerian PUPR dan data PT Jasa Marga, ruas Tol Trans Jawa sepanjang Batang-Semarang hingga Cikampek terpantau padat lancar pada Sabtu malam hingga Minggu pagi. Beberapa titik rawan kemacetan seperti di Gerbang Tol Kalikangkung, GT Banyumanik, GT Cikampek Utama, dan Rest Area KM 57 pun tidak menunjukkan antrean panjang seperti tahun-tahun sebelumnya.

Petugas lapangan disiagakan di berbagai titik untuk mengurai potensi kemacetan. Polisi lalu lintas dibantu petugas Dinas Perhubungan dan operator jalan tol terus mengarahkan kendaraan agar tetap bergerak. Mobile reader untuk tapping kartu tol juga digelar di gerbang-gerbang besar demi mengurangi antrean di pintu masuk.

Menteri Dudy juga mengimbau para pemudik yang belum kembali agar menunda perjalanan hingga puncak arus balik menurun, guna menghindari penumpukan kendaraan. “Kami sudah sampaikan imbauan agar masyarakat yang fleksibel jadwalnya bisa kembali setelah tanggal 7 atau 8 April untuk kenyamanan bersama,” katanya.

Prediksi puncak arus balik sendiri semula diperkirakan pada Minggu (6/4/2025) sore hingga malam. Namun, berkat strategi rekayasa lalu lintas yang dinamis, gelombang kepulangan pemudik berhasil tersebar mulai Sabtu siang, sehingga beban jalur tol tidak menumpuk dalam satu waktu.

Kementerian Perhubungan juga berkoordinasi dengan operator transportasi umum untuk mengantisipasi lonjakan penumpang di terminal bus, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, tercatat ada peningkatan jumlah penumpang sebesar 15 persen dibandingkan Lebaran 2024. Sementara itu, Pelabuhan Merak mengalami kenaikan volume kendaraan penyeberangan hingga 20 persen.

Secara nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pergerakan penduduk pada musim mudik tahun ini mencapai rekor baru, dengan lebih dari 200 juta perjalanan antardaerah selama periode Lebaran. Fenomena ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat di tengah membaiknya kondisi ekonomi dan sosial pasca-pandemi.

Dalam kesempatan yang sama, Menhub Dudy menyampaikan apresiasinya terhadap kerja keras seluruh personel yang bertugas di lapangan. “Kami berterima kasih kepada seluruh pihak, baik Polri, TNI, pemerintah daerah, operator jalan tol, maupun relawan yang berkontribusi menjaga kelancaran arus mudik dan balik tahun ini,” katanya.

Dudy juga memastikan evaluasi akan segera dilakukan usai berakhirnya periode arus balik. “Kami ingin tahu apa saja yang masih perlu ditingkatkan, terutama dalam aspek pelayanan dan keselamatan jalan,” tambahnya.

Ia menyebut sejumlah tantangan masih perlu diantisipasi di masa depan, seperti penanganan lebih baik di rest area, pengelolaan antrean di pintu tol utama, serta peningkatan layanan informasi lalu lintas secara real time kepada masyarakat.

Di sisi lain, Kakorlantas Agus menegaskan bahwa pihaknya akan tetap siaga hingga arus balik benar-benar selesai. “Kami akan menjaga ritme pengamanan hingga setidaknya H+10 Lebaran,” katanya. Ia juga meminta masyarakat tetap waspada dan menjaga keselamatan di jalan.

Sementara itu, Kementerian PUPR menegaskan bahwa seluruh jalur tol Trans Jawa dalam kondisi laik operasi selama masa arus balik. “Kami terus lakukan inspeksi harian dan siap melakukan perbaikan cepat jika ada kerusakan minor,” kata Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Rudi Aryanto.

Menghadapi sisa arus balik, pemerintah tetap mengandalkan sistem manajemen lalu lintas berbasis data dan pemantauan langsung di lapangan. “Pendekatan responsif berbasis data ini menjadi kunci utama pengelolaan mobilitas massal yang lebih modern,” tutup Menhub.

Dengan lancarnya separuh arus balik dan prediksi terkendalinya gelombang pemudik berikutnya, pemerintah optimistis bahwa musim mudik dan balik Lebaran 2025 ini bisa dituntaskan tanpa kejadian luar biasa di jalanan.