PEMERINTAH BENTUK KOPERASI MERAH PUTIH UNTUK EKONOMI PERDESAAN

Ekonomi, Fokus, Nasional204 Dilihat

Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi menyatakan bahwa pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dirancang sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan mengatasi persoalan ekonomi pedesaan.

Hal ini disampaikannya dalam keterangannya kepada awak media usai rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (7/3/2025).

“Keberadaan Koperasi Desa Merah Putih itu untuk kepentingan masyarakat desa. Koperasi ini bertujuan memutus mata rantai kemiskinan di desa serta meningkatkan penghasilan masyarakat,” ujar Budi Arie.

Selain menjadi motor penggerak ekonomi desa, koperasi ini juga diharapkan dapat mengatasi jeratan pinjaman online (pinjol), tengkulak, dan rentenir yang selama ini membebani masyarakat desa.

Budi Arie menegaskan bahwa koperasi ini akan memberikan akses permodalan yang lebih sehat dan berkeadilan bagi masyarakat desa.

“Dengan adanya Koperasi Desa Merah Putih yang memiliki unit simpan pinjam, masyarakat desa akan lebih terbantu secara pendanaan dan tidak lagi terjerat lingkaran kemiskinan,” jelasnya.

Dukungan Pemerintah untuk Koperasi Desa Merah Putih
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa desa memiliki peran strategis dalam perekonomian nasional. Saat ini, 44 persen penduduk Indonesia masih tinggal di desa, sehingga tanpa intervensi yang tepat, desa bisa mengalami kemunduran ekonomi.

“Desa seharusnya menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi dan sentra ekonomi. Pemerintah akan memberikan dukungan penuh terhadap koperasi ini,” ujar Tito.

Salah satu bentuk dukungan adalah melalui pembiayaan dari Bank Himbara, yang diperkirakan akan memberikan pinjaman sebesar Rp5 miliar untuk setiap koperasi desa. Dana ini akan digunakan untuk membangun fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, cold storage, unit simpan pinjam, hingga klinik desa.

Tito juga menyatakan bahwa pemerintah akan segera melakukan sosialisasi kepada kepala desa, perangkat desa, serta asosiasi terkait sebagai tindak lanjut dari rapat terbatas ini.

“Kita akan berdialog dengan kepala desa, asosiasi kepala desa, perangkat desa, serta badan musyawarah desa agar mereka memahami tujuan program ini. Ini kepentingan bersama dan pasti menguntungkan desa,” kata Tito.

Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, tidak hanya untuk menjaga ketahanan pangan, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. Program ini ditargetkan dapat segera terealisasi di seluruh desa di Indonesia dalam waktu dekat.

SUMBER : INFO PUBLIK