Menjelang Idulfitri 1446 Hijriah, pemerintah memastikan stok pangan aman dan cukup. Berbagai strategi dilakukan untuk menjaga stabilitas harga serta pasokan, sehingga masyarakat dapat merayakan Lebaran dengan tenang.
Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi, mengonfirmasi stok beras di Perum Bulog mencapai 1,9 juta ton per 3 Maret 2025. Sebanyak 150 ribu ton beras dialokasikan untuk program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) selama Ramadan guna mengendalikan harga.
Harga pangan relatif stabil, namun cabai rawit merah dan Minyakkita menjadi perhatian. Harga cabai rawit merah mencapai Rp94.193/kg di tingkat konsumen akibat cuaca buruk yang menghambat produksi. Pemerintah meningkatkan distribusi pangan dari daerah surplus ke daerah defisit serta memperluas akses melalui Gerakan Pangan Murah (GPM).
Operasi Pasar Pangan Murah digelar di 4.588 titik, menyediakan beras, minyak goreng, gula, daging, telur, dan cabai dengan harga terjangkau. Selain itu, panen raya padi pada Maret-April 2025 diprediksi menghasilkan surplus 3,59 juta ton beras, memperkuat ketahanan pangan nasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga. Ia telah menginstruksikan para menteri untuk memastikan ketersediaan bahan pokok serta mencegah lonjakan harga. Masyarakat diimbau tidak melakukan panic buying dan memanfaatkan program pangan murah yang tersedia. Pemerintah terus mengawal distribusi agar Idulfitri dapat dirayakan dengan penuh kegembiraan.
SUMBER : INFO PUBLIK









