PASOKAN ENERGI AMAN JELANG RAMADAN DAN IDULFITRI

Fokus, Nasional153 Dilihat

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung memastikan keamanan pasokan bahan bakar minyak (BBM), liquefied petroleum gas (LPG), dan kelistrikan menjelang Ramadan dan Idulfitri (RAFI). Hal tersebut disampaikan Yuliot melalui keterangan resmi, Rabu (26/2/2025).

“Secara umum, kalau kita lihat dari sisi pasokan kelistrikan, BBM, dan LPG, secara nasional relatif aman,” ucap Yuliot.

Kondisi ketahanan stok BBM aman, termasuk bensin (gasoline), solar (gasoil), dan avtur. Ketahanan stok dijaga antara 18–20 hari untuk memastikan ketersediaan selama periode RAFI. Kementerian ESDM memperkirakan konsumsi harian BBM meningkat selama Idulfitri, dengan Pertalite naik 11,4 persen, Pertamax 16,9 persen, serta penurunan konsumsi Biosolar sebesar 13,4 persen. Sementara itu, konsumsi avtur diperkirakan meningkat 5,6 persen dibandingkan konsumsi normal.

Kementerian ESDM juga memastikan keandalan stok BBM hingga ke daerah terpencil di pulau-pulau kecil. Peningkatan stok BBM dilakukan sejak H-14 Idulfitri di Terminal BBM maupun penyalur. Selain itu, ketersediaan BBM di jalur mudik, baik jalan tol maupun nontol, di Jawa maupun luar Jawa juga menjadi prioritas.

“Kami melihat dengan adanya cuaca yang ekstrem, jangan sampai terjadi kelangkaan BBM di daerah-daerah, khususnya yang terkait dengan pelaksanaan kegiatan selama Idulfitri,” kata Yuliot.

Stok LPG nasional juga berada dalam kondisi aman, dengan coverage days rata-rata 15,2 hari. Stabilitas stok ini dijaga selama periode RAFI. Kementerian ESDM dan Pertamina menyiagakan 32 terminal LPG, 731 stasiun pengisian dan pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), serta 6.517 agen LPG untuk menjamin pasokan ke masyarakat.

Pasokan listrik secara umum diprediksi dalam kondisi aman. Pada 31 Maret 2025, yang bertepatan dengan hari pertama Idulfitri, diperkirakan beban puncak (BP) mencapai 33.517 Megawatt (MW) dengan Daya Mampu Pasok (DMP) sebesar 53.977 MW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya total sebesar 20.460 MW (68 persen). Pada hari berikutnya, BP nasional diperkirakan sebesar 36.715 MW dengan DMP 57.166 MW, sehingga terdapat cadangan daya sebesar 20.451 MW (55,7 persen).

Berdasarkan pengalaman Idulfitri tahun-tahun sebelumnya, terjadi penurunan beban puncak dari hari-hari normal, sehingga diprediksi akan terdapat tambahan pasokan sekitar 9.754 MW. Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga menjadi perhatian, terutama di jalur utama dan lokasi wisata.

“Kami juga meminta kepada PLN untuk menyiapkan pasokan listrik selama periode siaga, dengan mengupayakan kecukupan daya pada pembangkit secara umum dalam status normal dari kapasitas pembangkit yang terbesar yang beroperasi,” ujar Yuliot.

Dengan berbagai langkah antisipasi ini, diharapkan masyarakat dapat menjalani Ramadan dan Idulfitri dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap pasokan energi nasional.

SUMBER : INFO PUBLIK